Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Oktober 2017

Cerita Wardah Shampoo

New! Wardah Shampoo . Baru! Sampo Wardah
Aku mau cerita, tentang produk terbaru Wardah, Sampo Wardah ( Wardah Shampoo). Here the story of these products :D (apa cerita tentang aku ya? hahahah) 

Jadi, ceritanya aku ini Customer Marketingnya Paragon yang diberi project untuk "menjual" sampo baru wardah ke market, awalnya temenku sih yang pegang. Saat pertama ditugaskan dan tahu harganya Rp25.000,- langsung ngeshock "wew ini serius harganya 25ribu? ga kemahalan? gimana jualannya? kompetitor aja ga ada yang harganya sampai segini!" . Secara aku kalo lagi eling suka memilih produk yang lebih murah, walau harganya cuma beda seratus rupiah. Atau kalo lagi eling dan rajin suka bandingin harga per volumenya, nyari yang paling rendah. Maka dari itu, langsung puyeng pala incess >,< . Karena sebagai "penjual" harus bisa dong meyakinkan konsumen untuk beli produk walah harganya lebih mahal.

Untuk bisa meyakinkan konsumen, aku harus meyakinkan diri aku sendiri. Langkah pertama yang aku lakukan adalah mencari tahu kenapa sampo wardah ini harganya di atas rata-rata?

Kebetulan yang sangat kebetulan, aku kenal dengan RnD yang membuat samponya dan tau ceritanya bagaimana "perjuangan" dia membuat sampo tersebut agar bisa menghasilkan sampo dengan kualitas terbaik untuk konsumen. Bolak balik ke luar negeri, buat ketemu hair expert, uji formula, cari bahan terbaik, cari benchmark, dan lain sebagainya. Yang kalau mau dirinci kegiatannya "sangat menguras tenaga dan pikiran". But, it's okay, katanya, demi konsumen :) Jadi Sampo Wardah ini diformulasikan oleh ahli, menggunakan teknologi canggih, dan gitu deh pokoknya.

Terus aku juga tanya sama tim Product Developmentnya, berulang kali, ya berulang kali (mungkin sampai anak prodevnya bosen) "kenapa atuh sampo wardah harganya segitu?" dan aku dikasih berbagai macam bahan untuk dibaca, seperti hasil uji efikasi, hasil coba ke ratusan panelis, penjelasan berbagai macam bahannya, perbandingan dengan kompetitor, dan lain sebagainya. Setelah membaca itu semua, dengan sangat mantap aku yakin bahwa sampo wardah ini emang terbaeeeeeek hehe.

Perlu ga aku bahas satu-satu yang aku tahu? Kan emang judulnya cerita tentang sampo wardah kan?

Bahan-bahan Sampo

Jujur! Sesungguhnya aku tidak terlalu paham sih tentang bahan-bahan aktif yang ada di sampo ini, tapi begitu mendengarkan penjelasan tentangnya, aku sendiri langsung terpukau. Ini aku jelaskan singkat yang aku ingat saja ya, perpaduan keren antara bahan alami dan teknologi di Sampo Wardah.

1. Wardah Anti Dandruff Shampoo

Wardah Anti Dandruff Shampoo

Dari namanya sudah ketahuan ya fungsinya untuk apa? Ya! Untuk mengatasi ketombe. Dari sekian banyak bahan aktifnya, yang aku inget adalah Double Zinc Active. Kenapa? Karena ada cerita pengantarnya dulu tentang ketombe.

Jadi, ketombe itu ada 2 jenis (aku baru tahuuuuuu), yang pertama ketombe karena karena pengelupasan sel kulit mati di kepala (cirinya ketombenya besar-besar), lalu yang kedua karena makhluk lain (semacam bakteri/kutu/jamur - cirinya ketombenya kecil-kecil). Kan namanya double tuh, jadi ada 2 macam jenis zinc yang digunakan (sorry, I don't remember their names), yang satu untuk memperbaiki kulit sehingga dapat mencegah ketombe, serta dapat melawan bakteri/jamur penyebab ketombe, yang satunya lagi membantu mengontrol produksi minyak berlebih yang menjadi makanan bagi bakteri tersebut.

Mantap banget kan kandungannya? Sebenarnya ada kandungan lainnya seperti tea tree oil dan peppermint, tapi zinc ini lah nempel di aku.


2. Wardah Hairfall Treatment Shampoo

Wardah Hairfall Treatment Shampoo
Ya inilah sampo wardah lainnya, untuk membantu menjaga kekuatan rambut, agar rontok akibat rambut yang patah berkurang. Dan seperti halnya antidandruff tadi, dari 3 bahan utama yang ada (Rosemary, Gingseng, dan Keratin) menurutku yang paling berkesan adalah keratinnya, karena yang digunakan di Samponya Wardah adalah Mikro Keratin, jadi ukurannya sangat sangaaaaaaaaaaat sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaat kecil, yang menjadikan kandungan ini dapat menempel pada rambut dengan lebih merata. Keratin ini serupa dengan protein rambut sehingga ampuh mengurangi kerontokan.


3. Wardah Daily Fresh Shampoo

Wardah Daily Fresh Shampoo
Ya! Ini dia produk yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Kenapa? karena banyak orang yang suka keramas setiap hari kan, tapi rambutnya malah jadi kering dan kaku gitu, ga enak banget deh pokoknya. Tenang saja, Wardah menghadirkan varian Daily Fresh, sampo yang non-silicon, sehingga ringan dan nyaman digunakan setiap hari tanpa takut rambut menjadi kering dan kaku. Ditambah ada kandungan aloe vera, seaweed, dan wheat protein yang dapat merawat rambut. Love banget lah! Hehe


4. Wardah Nutrishine Shampoo

Wardah Nutrishine Shampoo
Abaikan fotonya! Ceritanya mau ala-ala mencium wangi samponya, tapi malah kayak orang "ngelem" wkwkwk. Jangan liat orangnya, lihat samponya, Nutrishine!

Dari namanya ketauan lah, untuk rambut berkilau ternutrisi. Sampo ini pun dapat mengurangi tampilan rambut bercabang. Kandungannya juga ga kalah keren dengan varian sampo lainnya, ada ceramide, argan oil, dan grapeseed oil. Wanginya juga enak banget, makanya aku foto ala-ala gitu. Haha.

Nah dari ke empat sampo itu, semuanya berteknologi Scentlock Fragrance . Opo meneh toh iku? Aku perlu cerita lagi ga? Ini pun aku baru tahu. Jadi masalah wewangian ini, katanya ada 2 pilihan, mau di awal wangi banget tapi tidak tahan lama, atau mau di awal wangi tapi wanginya tahan lama. Harus pilih, ga bisa salah satu, dan akhirnya terpilihlah wangi yang wanginya tahan lama. Jadi, dengan scentlock fragrance ini, kandungan parfum Wardah Shampoo lebih tahan lama, tetap segar sepanjang hari, bahkan sampai ke pemakaian berikutnya.

Hasil Uji

Jadi, berdasarkan hasil uji ratusan panelis, mereka puas dengan Sampo Wardah, bahkan bersedia mengganti sampo yang sudah mereka gunakan dengan Sampo Wardah. Puasnya dari segi fungsi samponya, maupun wanginya. Dan aku pribadi pun sudah mencoba samponya, uenak tenan :)

Perbandingan dengan kompetitor

Kalau di lihat dari harga dengan prinsip "harga tidak pernah bohong" sesungguhnya Sampo Wardah adalah produk dengan kualitas yang sangat bagus namun harganya terjangkau. Begitu!

Setelah tahu tentang Wardah Shampoo secara teoritis, langkah selanjutnya adalah aku harus membuktikan kebenarannya dengan cara mencobanya. Jadi, kalau ada yang tanya bisa jawab dengan percaya diri "Samponya wardah itu gini lhooo...".
Testimoni

Mau ala ala review blogger ah ~ haha . here my review of wardah shampoo

Anti dandruff : karena ada bahan peppermint-nya jadi ada sensasi dingin sejuk gimana gitu saat digunakan, plus setelah pemakaian gatal-gatal di kepala berkurang :) aku aslinya sedikit ketombean gara-gara kesalahan pemilihan sampo, nyebelin deh kalo keringetan pengen garuk-garuk terus bawaannya, aku berharap banget setelah pemakaian agak lama sampo wardah ini, masalah ketombeku bisa tuntas :D

Hairfall treatment : rambutku rontok juga! hahaha. gilssss masalah rambut aku banyak juga ya ~ katanya wajar rambut rontok setiap hari, asal tidak lebih dari 100 helai. Aku ga ngitungin sih setiap hari berapa helai yang rontok, kelihatannya banyak ya banyak! sedih! Jadi tentu saja sampo ini wajib banget aku coba, walau tidak menghilangkan kerontokan secara total, setidaknya bisa mengurangi kerontokan akibat rambut yang patah karena rapuh (serapuh hati akuuuuu #ehhhhhhhhh)

Nutrishine : katanya yaaaaa, salah satu kandungannya bisa membantu pertumbuhan rambut hehe. Jadi ceritanya, setiap aku stress aku selalu potong rambut sendiri, so rambut aku kali ini cukup pendek, bingung kan kalo stress lagi mau ngapain? aku butuh rambutku ternutrisi dan tumbuh dengan cepat! wkwkwkkw. Aku pake ini juga! Enak! Nyaman! Cuma aku belum ngukur sih sudah berapa cm rambutku yang tumbuh hehe.

Daily fresh : buat yang suka keramas setiap hari ini bagus katanya, nyaman dan ringan gitu deh, dan ga bikin rambut kering dan kaku. Aku agak repot kalau keramas setiap hari, karena berhijab, repot ngeringin rambutnya, lama. Jadi sejujurnya belum mencoba ini dipakai setiap hari. Tapi saat setelah pemakaian, enak dan nyaman.

Dan dari semuanya, wanginya ampuuuuun, enak banget! Suka! Dan tentu saja tahan lama, jadi suka pengen nyiumin rambut sendiri, sayang pendek rambutnya :( jadi agak susah. Tapi nyaman aja gitu ga kerasa bau apek. Hehe.

Nah dari hal-hal yang disebutkan di ataslah akhirnya aku sebagai "penjual" yakin untuk menjual produk ini. Jadi semangat dan berapi-api gitu lah jualannya, kayak pengen semua mencoba produk ini. Sampai-sampai menuliskan tentang produk itu di blog (biasanya isi blog nya curhatan hahaha). Penasaran? Cobain aja deh!

New! Wardah Shampoo . Baru! Sampo Wardah
Jadi, sekian cerita tentang Sampo Wardah.

Aku mau nambahin sedikit berdasarkan pengalaman pribadi ya. Boleh ya? Boleh dong! Toh ini blog aku. Haha.

Menurutku, Shofiatu Rahmah Sugis, urusan merawat dan mengatasi masalah rambut tidak bisa hanya kita serahkan pada samponya semata. Memang kualitas sampo mempengaruhi seberapa ampuh dia bekerja, tapi perlu didukung oleh perilaku dari kitanya, seperti:

1. Keramas dengan teratur sebelum rambut kotor/lepek/gatal.
Banyak orang yang baru keramas saat sambutnya sudah terasa tidak nyaman/berminyak/lepek/gatal, padahal yah gimana rambut bisa sehat kalau kita sendiri tidak merawatnya? Seolah-olah membiarkan faktor-faktor penyebab masalah rambut begitu saja, menurutku pakai sampo apapun, masalah rambutnya tidak akan pernah terselesaikan.

2. Untuk yang berhijab, usahakan menggunakan hijab saat rambut dalam keadaan kering.
Zaman kuliah dulu, saat aku pertama kali berhijab, dengan kesibukan yang diada-adakan (ceritanya jadi ga sempet ngeringin rambut lho) dan ketidakpunyaan hairdryer, aku sering banget pakai hijab saat rambut masih basah. Rambut aku rontok banget! Bahkan bau ga enak karena lembab! Tapi setelah aku selalu memastikan rambut aku kering baru berhijab, rambut rontokku berkurang (tentu saja dengan didukung sampo hairfall treatment)

3. Kalau pakai conditioner dari pertengahan batang rambut saja dan bersihkan sebersih-bersihnya.
Jadi, berdasarkan pengalaman pribadi juga, karena dulu gatau kalo conditioner itu tidak boleh kena kulit kepala, aku memakainya hampir sama seperti pakai masker (nempel di kulit kepala dan dibiarkan beberapa lama), dengan harapan kalau begitu rambut aku bakal lembut banget (dulu conditioner pertama yang dipakai adalah yang melembutkan), ternyata itu salah dan menyebabkan rambut aku ketombean. Sejak aku membenarkan cara pemakaiannya dan memakai sampo antidandruff, alhasil ketombe berkurang.

Jadi menurutku, untuk rambut sehat tanpa masalah, adalah perpaduan antara Sampo berkualitas dan cara kita merawat rambut kita sendiri dengan benar.

Gitu aja sih, cerita tentang aku dan Wardah Sampo.

Sekian dan terimakasih.

Semoga berkah dan bermanfaat. Hehe.

#RambutFitLuarDalam
Rambut Fit Luar Dalam

Senin, 24 Oktober 2016

Book - How to Have Great Ideas (Part 2)



My boss bought a book and asked me to read it. I saw there are a lot of picture, so I thought it's a book about design, and I had no interest in it. One day, I had nothing to do (It's lie ~ I had many tasks but my brain stopped thinking haha, I needed a diversion) finally I opened this book: How to Have Great Ideas. Evidently, I found out that this book contains some real ways to be creative. Wew. It's 3 months after my boss bought this book, If I wasn't too lazy to read it, maybe I would be a creative person today. This book can be used as a practical handbook for unleashing creativity. But, It's never too late to learn something, so here the resume of this book:

------------------------------------------------------------------oo

Creative thinking is the process of generating the ideas that make breakthroughs possible. These breakthroughs can lead to solutions to seemingly irresolvable problems, or can bring completely new things into existence. These guides to have creative thinking: (you can see no 1 - 6 here)

7. Value First Idea - There is a great temptation to reject all first ideas, feeling they have arrived too soon, but every so often the first idea is the perfect idea. Always consider your first idea, that impulsive response that just pops into your head.

This is the example from my experience
Problem: I created a seminar, but the audience that attended there were a bit ehmmm, few. hahaha.
First Idea: Ask the WBA (Wardah Beauty Agent) to invite their friends (min. 5 person) to attend this Seminar. We have 20 WBAs, so there will be (minimal) 100 aundiences.
Result: We had 110 audiences :D

------------------------------------------------------------------oo

8. Voice Your Wildest Concept - A fear of derision or humiliation means many great ideas often go undsaid, sometimes it needs fancy job title or high status to feel confident enough to share your thinking, don't worry, just voice your wildest idea! Because we need the comment from media/competitor/anyone to make our idea better..

And hmmm I think I have no wildest concept, but gimme time, let me think about it, and i will write here asap :D

(it's not the wildest one, but I think it's wild enough :D)
I always want to try to be an industrial spy because when I was little I wanna become a detective :D So, I will join some communities of our competitors. Hehe hehe hehe.

------------------------------------------------------------------oo

9. Act Like A Kid - Acting like a kid again can be immensely productive when setting out to generate ideas. Children dive unstoppably into activities with an enthusiasm rarely seen in adults.

If it's hard, play children's toy or go to playzone (Amazone, Timezone, Game Master, etc). I always automatically be like a kid :D

Here I am:



What great ideas did I get?

When I need to workout but too lazy to do it, just play a game like this :D

------------------------------------------------------------------oo

10. Take Notice - Creative people are expert noticers. Get the habit of curiosity, and then you will find indeas will catch your eye. To see things afresh try taking different route to somewhere you often go, or travel by a different means, etc.

Project to train our "notice" skill:
Spot and collect the faces, animals, letterforms and nummbers that are accidentally created by wear, repair, time, decay, spillage, etc. Collect and record what you discover with cameraphone, camera, or a notebook.

Here's mine:
I think this "fanta and sprite" is like my country's flag, red and white :D hohoho.



------------------------------------------------------------------oo

10. Visualize It - Visualizing idea by drawing it helps the quarter/half formed ideas becomes fully formed. You don't have to be good at art, just scribble, doodle, or scarwl. Visualizing helps share ideas with other too. Get it down so you don't let it down!

Project:
Practice visualizing by drawing things that are unseeable in the real world. Here what I made: The Brain of Mathematician look like: wkwkwkwk full of formulas :D





-----------------------------------------------------------------oo

11. Get Help - Find some collaborators. Working with others helps nurture and develop ideas. Get a consigliere!

------------------------------------------------------------------oo


(I will update every time I've done the exercise of each section)

For more information and tips, buy and read the book :D

Selasa, 20 September 2016

Book - How to Have Great Ideas (Part 1)



My boss bought a book and asked me to read it. I saw there are a lot of picture, so I thought it's a book about design, and I had no interest in it. One day, I had nothing to do (It's lie ~ I had many tasks but my brain stopped thinking haha, I needed a diversion) finally I opened this book: How to Have Great Ideas. Evidently, I found out that this book contains some real ways to be creative. Wew. It's 3 months after my boss bought this book, If I wasn't too lazy to read it, maybe I would be a creative person today. This book can be used as a practical handbook for unleashing creativity. But, It's never too late to learn something, so here the resume of this book:

------------------------------------------------------------------oo

Creative thinking is the process of generating the ideas that make breakthroughs possible. These breakthroughs can lead to solutions to seemingly irresolvable problems, or can bring completely new things into existence. These guides to have creative thinking:

1. Exercise Your Imagination - You can ask your friend to draw something simple (eg. circle/square/etc) and you draw it to make it into something more meaningful-more complex (eg. people/galaxy/etc).

Here my imagination haha. First, I drew McDonald's Logo (the yellow M), then I drew a standing-flower-vase :D


------------------------------------------------------------------oo

2. Be Playful - Go out to play and put your game-face on when you play. Beside that, you can challenge yourself to create something new from anything that seems useless (eg. make a picture frame from a used cardboard).

Here my creation. I made a comfortable chair (shofi's version) using scrap paper.


------------------------------------------------------------------oo

3. Write Your Manifesto - A manifesto is a public declaration of the beliefs and objectives of an individual or a group, you can say it is like a motto, or mantra, or something like that. So, write a manifesto for yourself! Don't be default! Clarify and state your own creative standpoint! This is a manifesto of LEGO.

Image result for lego manifesto

Here my manifesto because sometimes I am too lazy do something that I want, so mine is about "Just Do It".


------------------------------------------------------------------oo

4. Question, Question, Question - See the problem as a puzzle, and use questions to gather as many pieces as possible by methodically establishing as many facts as you can. The 1st step is: Don't be afraid to ask . If you're afraid, writing down all the things you're afraid to ask and swapping them with other team members. The 2nd step is: Use questions to open up a problem.

Actually, before I read this book, my boss had asked me several times to write a question about self-development. And after I read this book, finally I understand why my boss asked me to do it and why I should ask often. Here some of my questions:

1. How can we define a strong character?
2. How to deal with praises?
3. How to make everyone happy?
4. Why do we have to look attractive?

------------------------------------------------------------------oo

5. Keep it simple - Creativity is making the complicated simple, so simplify and personalize the problem, then simplify the solution. How to train this? You can try: (1) Read an article without read the the title, than simplify complex news items into as few words as possible. (2) Writer Ernest Hemingway famously laid down a challenge ti write a story in six words. Try it. (i give you this link as an example : http://www.newyorker.com/humor/daily-shouts/ernest-hemingways-six-word-sequels )

Here's my seven words story:



------------------------------------------------------------------oo

6. Just Get Started - You can begin by simply writing down your first thoughts. So, fill in the title of your latest project here:


Just get started on . . . . . . . .


------------------------------------------------------------------oo

Next: Book - How to Have Great Ideas (Part 2)

Sabtu, 23 Juli 2016

As Sweet As Gelato


Hari ini aku habis makan gelato untuk kedua kalinya seumur hidup (ciee jomblo malam mingguannya di luar, makan gelato, bikin macet #ehh). Hahahaha. Terakhir kali makan gelato hmmm 3-4 tahun lalu. Banyak yang anggap gelato ini eskrim, tidak sepenuhnya salah sih, di italia eksrim namanya gelato, but mereka sedikit berbeda.

Apa bedanya?
Cara bikin ~ gelato diaduk dengan kecepatan sedang, eskrim dengan kecepatan cepat yang menyebabkan eksrim mengandung banyak udara, inilah penyebab tekstur gelato lebih padat.
Komposisi ~ gelato menggunakan susu lebih banyak dengan kandungan lemak sedikit, eksrim menggunakan krim (kepala susu, not susu) dengan kandungan lemak lebih banyak, that why gelato lebih lembut.
Suhu penyajian ~ gelato disajikan pada suhu lebih tinggi dibandingkan eksrim, hal ini menjadikan gelato lebih mudah mencair.

Kembali ke topik (ini menyimpang jauh bangeeeeet malah bahas perbedaan gelato dan eskrim). So, apa yang terjadi? Kenapa as sweet as gelato?

Jadi cerita awalnya bisa dilihat di sini, dimana saat ini aku agak kesusahan untuk mempercayai siapapun (di luar keluargaku tercinta) hahah hahaha. 

Terus entah kapan ya aku iseng ngajakin temen (sebut saja dia Bunga) makan gelato, dan dia berjanji menemaniku makan gelato. Well aku tidak berharap banyak sih. Tapi ternyata temanku beneran datang dari jauh, macet2an, hujan2an, pake adegan nyasar segala, buat nemenin makan gelato. Apa yang sweet as gelato? When you do something to fulfill ur promise di tengah krisis wacana yang melanda negeri. Membayangkan jalanan pulang dan perginya saja aku males (dan mules), dan dia menjalaninya, aku jadi terharu #uhuk. Hahahaha. 

Well, leh uga, setidaknya mungkin memang masih ada orang-orang yang bisa dipercaya.

So, terimakasih untuk pemenuhan janjinya 😊



Minggu, 26 Juni 2016

My Color Journey: The Honesty of Blue

Ehm. Sepertinya sudah lama sekali aku tidak menulis tentang suatu hal yang (agak) berbobot di blog ini hehe, jadi kali ini aku mau bahas sedikit mengenai WARNA BIRU, sekaligus menjalankan tugas menulis dari Bapake.

Kenapa Biru? Cukup random memang. Dan aslinya aku gak suka biru, aku suka PINK. Tapi karena sedang ada project baru, dan tiba-tiba diminta pelajari tentang arti warna, maka yang aku pilih pertama kali adalah warna biru, warna perusahaanku, PT. Paragon Technology and Innovation.

Jadi, agar lebih memahami arti warna biru, aku mencoba mengabadikan warna biru yang ada di sekitarku. Dan inilah hasil jepretan amatir ala ala.

Seragam perusahaanku biru, tapi karena tidak ada yang memfoto, jadi foto tangan saja

Kebetulan hari ini sedang menggunakan rok biru

Hiasan di meja kerja berwana biru

Salah satu lembaran buku yang harus kupelajari

Ternyata dompeku biru

Buku yang harus kupelajari beserta benda-benda biru yang ada di meja kerjaku

Galon biru yang kebetulan nongol saat mau pulang

Setelah captured beberapa biru, ternyata . . . . . . . . . . . .
1. Biru itu banyak sekali macamnya
2. Masing-masing biru punya arti berbeda

Saking banyaknya, mari kita bahas 5 saja Warna Biru terpopuler versi on the shofi.

Eh sebelumnya kenapa sih kita harus paham arti dari setiap warna?

Secara ajaibnya manusia mampu menafsirkan arti warna meski tidak pernah mempelajari psikologi warna. Lebih ajaib lagi adalah orang-orang yang mampu mendeskripsikan warna tersebut agar suatu warna dapat diintepretasikan sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga bagi kalangan profesional penentuan warna untuk apapun itu sangat dipikirkan matang-matang. Pemilihan warna yang salah, dapat merusak image yang sudah diciptakan selama ini.

Contoh: salah satu resto penjual fried chicken yang memiliki lambang M besar dan identik dengan warna merah-kuning, aku ga sebut merek karena ga di bayar ( helllooo siapa eluu? haha), tapi aku yakin semua tau itu. Warna cerah tersebut disandingkan dengan maskotnya menjadikan suasana di dalam resto ceria dan menyenangkan, bahkan anak-anak pun senang bermain di sana. Coba bayangkan jika konsepnya adalah family resto dimana anak-anak bisa bersenang-senang namun warna restonya biru tua dan hitam. Apakah akan semenyenangkan biasanya?

Jadi, that's the point, kenapa pemilihan warna bisa menjadi sesuatu yang sangat krusial. So, back to the topic, inilah 5 warna biru terpopuler versi on the shofi:


1. Navy

Yah saat ini yang sedang ngetrend adalah navy, hampir mirip dengan biru dongker (dark blue) tapi jelas berbeda. Intensitas hitam di dark blue lebih banyak dibandingkan navy.

Biru jenis ini melambangkan: kebijaksanaan, kestabilan, dan konservatif.

Sebagian orang menggunakan warna ini untuk acara formal sehingga mereka tampak lebih berwibawa, dan cocok juga digunakan sehari-hari ke kantor untuk memberikan kesan profesional.

Banyak juga perusahaan menggunakan warna ini sebagai identitas perusahaannya. Mereka ingin menunjukkan bahwa perusahaan mereka stabil dan kokoh.

Untuk produk, cukup banyak juga yang menggunakan warna ini. Coba anda deskripsikan, apa yang ada rasakan ketika melihat produk berwana navy?


2. Blue/Biru

Salah satu warna primer yang sudah sering kita temukan dimana-mana, BIRU AJA.

Biru jenis ini melambangkan: kepercayaan, kejujuran, dan kecerdasan.

Tidak heran kan kalau 3 bank dengan aset terbesar di Indonesia menggunakan warna biru untuk warna corporate-nya. Sebenarnya banyak yang lain, tapi aku ambil 3 besar saja, dan itu tiga-tiga-nya lhoo pakai warna biru.

Kenapa? Ya, karena mereka ingin menunjukkan bahwa nasabah bisa mempercayai mereka. Mereka ingin nasabah berfikir bahwa mereka jujur dalam mengelola keuangan nasabah.

Dan ternyata bukan hanya bank lho, banyak Lembaga Keuangan lainnya mengandalkan biru ini untuk mencitrakan kredibilitas mereka sebagai lembaga terpercaya.

Kalau untuk pakaian, hmmm, bukan sesuatu yang jadi pilihan banyak orang sih, bahkan jika salah perpaduan warnanya akan tampak norak. Amannya jika menggunakan biru ini ya padu padan dengan warna-warna netral.


3. Sky Blue/Biru Langit

Sesuai namanya, biru langit, karakter yang dilambangkan oleh warna ini adalah: Keluasan, Kedamaian, dan Kesejukan.

Dengan sedikit tambahan warna putih, dia akan berubah menjadi warna pastel yang cantik. Saat ini, terutama di Indonesia banyak yang menggunakannya untuk dekorasi maupun fashion.

Apa yang ingin digambarkan oleh orang-orang yang menggunakan warna ini? Ya, bisa diperhatikan, jika ruangan di cat dengan warna ini, bukankah tampah lebih luas, mendamaikan, dan menyejukan? Apabila seseorang menggunakan pakaian dengan nuansa ini bukankah dia terlihat enak dipandang? Selayaknya langit, itulah karakter yang bisa digambarkan oleh warna ini.

Namun untuk benda, agak sedikit tampak rapuh jika menggunakan warna ini, betulkah?


4. Cyan/Sian

Bagi orang yang biasa bermain warna secara digital dan cetak-mencetak pasti akrab dengan warna ini. Sering dengar CYMK? Stands for Cyan Yellow Magenta Key. 3 Warna inilah yang biasa digunakan dan menjadi warna dasar bagi designer digital.

Karakter apa yang digambarkan oleh warna ini? Karena Cyan adalah perpaduan antara hijau dan biru maka karakternya pun diantara keduanya, seperti: Kepercayaan diri, Menarik Perhatian, dan Keberuntungan.

Ya bisa dikatakan orang yang menggunakan warna mencolok seperti ini adalah orang yang memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi, apalagi kalau dia padukan dengan warna mencolok lainnya :D.

Terus terang dengan wawasanku yang belum seberapa dan pengetahuan warna yang baru, aku agak kesulitan menemukan perusahaan ternama yang menggunakan warna ini. Mungkin karena karakter yang digambarkan warna ini kurang kuat (if you find the company that use this color as its identity, please tell me :))


5. Turquoise/Toska

Sama halnya dengan navy, warna toska juga saat ini sedang booming (kembali booming). Banyak yang bilang biru toska, ada juga yang bilang hijau toska. Mana yang betul? Ga ada yang salah sih, karena itu dua hal yang berbeda. Hijau toska lebih banyak kandungan hijau dibanding birunya, sedangkan biru toska sebaliknya. Yang akan saja bahas adalah biru toska karena kita sedang berbicara mengenai biru :D

Karakter apa yang tergambar dari warna ini? Keteduhan, Ketenangan, Kepercayaan Diri. Hampir sama seperti Cyan namun lebih kuat karakter birunya.

Apa yang menggunakan warna ini? Aku sebutkan saja satu ya, produk kosmetik halal pertama di Indonesia, bisa jadi di dunia juga, dan saat ini menjadi kosmetik lokal nomor 1 di Indonesia. Apa lagi kalau bukan Wardah :D Yeeey. Produk perusahaanku nih :) Cocok kan warna ini digunakan dengan taglinenya Wardah "Earth, Love, Life" ? ~ Aku bukannya mau promosi, namun aku yakin banyak yang sudah tahu Wardah, dan dengan membayangkan produk itu saja pasti tergambar karakter apa yang ingin dicerminkan dari warna Toska ini.

------------


Jadi itulah salah satu part of My Color Journey, The Honesty of Blue. Aku berencana membuat My Color Journey versi lainnya, entah kapan :D Dan kenapa judulnya The Honesty of Blue? Entahlah, ini kata pertama yang muncul ketika aku memikirkan ingin menulis mengenai warna biru. Mungkin karena warna biru identik dengan kejujuran? :D

Demikian penjelasan singkat dariku mengenai warna biru. Nantikan (dan doakan biar rajin :D) My Color Journey lainnya. Semoga bermanfaat :)

Sabtu, 19 Maret 2016

Aturan Mencuci Piring

Helohaaaaaa.
Sudah 4 bulan ternyata aku menganggurkan blog kesayanganku. Blog yang mencatat sejarah hidupku *naoooon* hahaha. Yaks, entah kenapa malam ini random tiba-tiba pengen nulis tentang tips mencuci piring.

Bisa dibilang ini metode ibuku. Hahaha. Yang dengan getolnya mengajariku ilmu mencuci piring dengan aturan sebagai berikut:

1. Cuci piring harus kalem
Kalem yang dimaksud disini adalah tidak menimbulkan suara krentang krenteng peraduan piring-pirang gelas-gelas. Tentu saja dengan berbagai alasan dibalik aturan ini, diantaranya:
- biar ga berisik
- biar yang dicuci tidak rawan pecah karena trik agar ga berisik adalah peletakan piring dan gelas yang harus penuh dengan perasaan, lembut, tapi gentle *naooooonnn*

2. Cuci piring harus menyeluruh
Yah kenapa harus mengeluruh? Karena kalau buru-buru atau asal biasanya tidak semua bagian yang harus dicuci tersentuh. Pernah makan di piring yang dasar bawahnya masih berminyak? Pernah minum di gelas yang di dalam gelasnya masih ada sisa-sisa kopi/susu nempel? Itulah kenapa saat cuci piring harus semua bagian terjamah

3. Cuci piring harus bersih
Ciri-ciri piring bersih:
- tidak berbau, baik bau sisa makanan atau bau sabun
- tidak licin, baik licin karena lemak minyak sejenisnya atau licin sabun
- saat sudah kering tidak ada bercak-bercak air menempel
So, kalau aku habis cuci piring biasanya ibu suka pegang-pegang hasil cucianku udah ga licin atau masih, dan meng-smell-smell (entahlah, kalau bilang mencium kesannya dicium pake bibir, kalau bilang mengendus kayak apaan, aku bilang smell smell ajah haha) barangkali masih ada bebauan tersisa. Bagaimana agar piring bersih?
- bilas di air mengalir, bukan air yang ditampung dan dipakai bilas berkali-kali, biasanya ini yang bikin bau
- kalau tidak jijik, cuci tanpa menggunakan satung tangan, agar jari-jari bisa merasakan cucian masih licin atau tidak
- jika ragu, smell it, kalau masih bau makanan_sabunin lagi, kalai masih bau sabun_bilas lagi
- jaga kebersihan spons itu penting, sehingga urutan mencuci: bersihkan spons >>> cuci gelas terlebih dahulu karena gelas lah yang paling jarang dipakai untuk menampung sesuatu yang anyir dan paling gawat kalau habis dicuci malah jadi anyir >>> cuci yang berbahan plastik karena rawan anyir tapi bisa jadi dia penyebab anyir, makanya setelah gelas biar gelasnya ga anyir kalau ternyata wadah plastik ini bekas wadah ikan misalnya >>> cuci sendok karena stainless still tidak rawan anyir >>> cuci piring - piring >> cuci lain lain yang biasanya lebih kotor >>> cuci spons.

4. Setelah cuci piring, harus bersih
Yaks setelah cuci piring harus bersih:
- baju bersih ga kebasahan, ini perlu teknik tertentu. mulai dari pengaturan besaran air keran, sudut bahan cucian, dan cara menyuci *naoooonnn*
- tempat cuci piring bersih, seperti sisa-sisa sampah yang tercecer di tempat tersebut harus dibuang ke tempat sampah, lalu basah-basah sekitar tempat cuci harus di lap

Yaaaaah begitulah aturan mencuci piring ala ala shofi. Aku kasih beberapa tips juga *sepertinya tips tak berguna* hahahah.

Selamat mencuci piriiiing 😊


Kamis, 04 Juni 2015

Interview Kerja: Question #2 Mengapa kamu tertarik melamar ke sini?



Yeaaaah...
Mari lanjutkan keisengan kemarin (Interview Kerja: Question #1 Ceritakan tentang dirimu!) Soalnya nanggung yah kalao cuma #1, minimal #2 lah. Pamali ceunah setengah-setengah tuh kalau kata orang sunda.

Kali ini mari kita bahas mengenai pertanyaan yang kadang-kadang ditanyakan, baha gaulnya "kenapa sih ngelamar kesini?"

Jawaban apa yang diharapkan? Jawaban yang menunjukkan bahwa anda adalah orang yang visioner. Kita mesti tau apakah anda beneran ngelamar dan punya rencana untuk berkembang bersama perusahaan, atau anda adalah orang yang sewaktu jobfair/melamar kerja ga peduli perusahaan apapun yang penting masukin cv dulu lah. Seperti itu.

Terus piye toh jawabnya?
Jawaban yang sangat mainstream adalah "karena perusahaan Anda bagus" ~ ohh hellooooo dari zaman firaun naik unta sampai zaman firaun naik mobil-mobilan di GTA, sepertinya semua perusahaan menganggap bahwa dirinya bagus. Jadi lewati fase ini, kecuali anda punya penjelasan lebih lanjut mengenai arti kata "bagus" tersebut :D

Lalu?
Cobalah jual perusahaan lalu jual diri. Paham?
Kalau ga paham, berarti anda harus baca penjelasan di bawah ini:

1. Fokus pada salah satu nilai positif perusahaan yang sangat menarik minat anda, lalu jelaskan!!!
Misalkan: berdasarkan hasil penjelasan sewaktu presentasi company profile, saya mengetahui bahwa perusahaan ini adalah perusahaan yang memiliki lingkungan kerja sangat menyenangkan, kekeluargaan, dimana masing-masing individu saling memperhatikan.

2. Lalu, fokus pada salah satu nilai positif di diri sendiri yang bisa match dengan nilai di perusahaan.
Misalkan lanjutan yang tadi: Oleh karena itu, saya sangat tertarik untuk bekerja disini. Saya yakin dengan lingkungan yang semenyenangkan itu, saya dapat bekerja lebih baik lagi demi kemajuan perusahaan.

DONE! as simple as that :)

Sesungguhnya ada beberapa jenis jawaban yang dapat diterima.
Untuk yang lulusan sma/smk biasanya jawaban mereka money oriented, hal ini wajar, karena sebagian besar dari mereka (kalau berdasarkan piramida kebutuhan) masih berupaya memenuhi basic need-nya. Misal: gaji di sini ga pernah telat dan sudah di atas UMR, dan lain sebagainya sebagainya sebagainya ~
Tapi untuk lulusan S1, kalau masih money oriented, hmm no comment deeh. Seharusnya dengan pola pikir yang diciptakan selama 4 tahun kuliah, sudah dapat ber-value-oriented, dengan kasta kebutuhan tertinggi yakni untuk aktualisasi diri ~ seharusnya yaaaah. Seperti itu :)

Yaaaah, kalau boleh menarik kesimpulan, maka pertanyaan "kenapa sih ngelamar kesini?" jawab dengan Jual Perusahaan lalu Jual Diri. Masih ga paham juga? Yaudah kita jualan batako ajalah yuuuk..

Tips di atas hanya 1/sekiaaaaaaaaan tak hingga dari jawaban yang bisa diterima ~ daripada maksa pengen tau semua jawaban yang banyaknya "sekiaaaaaaaan tak hingga" mending keep 1 answer yang udah dikuasai untuk dikeluarkan kapan-kapan kalau ditanyain 😁 Mau tau jawaban-jawaban lainnya? Silakan googling sendiri. Buat para interviewer yang berpangalaman (kalau baca ini, kalau *ngarep*), mau nambahin tips juga boleh, dengan sangat senang hati sekali banget akan saya terima. Hehehe.

Okay enough for today.. bye :)

Rabu, 03 Juni 2015

Interview Kerja: Question #1 Ceritakan tentang dirimu!



Keisengan malam ini sepertinya akan cukup produktif karena aku mau bahas tentang hal yang agak serius dan (ngarep) berguna ~ yakni tentang interview untuk mendapatkan pekerjaan. Entah sedang kesambet apa tiba-tiba pengen nulis ini. Pokoke dari zaman nyari-nyari kerja dan diinterview sampai zaman udah dapat kerja dan menginterview, ada 1 pertanyaan favorit yang selalu aku dapat maupun aku tanyakan: tell me about your self!

So, jika ditanya seperti ini apa yang akan kau ceritakan?

Terus terang saja, aku tak tahu apa yang diharapkan para interviewerku beberapa abad yang lalu saat mengajukan pertanyaan ini padaku. Tapi, aku tahu apa yang aku harapkan saat menanyakannya pada calon pegawai: daya tangkap/paham.

Tidak jarang, saat aku bertanya ini, mereka kembali bertanya:
"maksudnya?"
"cerita tentang apa?"

Biasanya kujawab, "yah ceritakan saja tentang dirimu"

Kalau sampai 2-3 kali masih nanya gini:
"maksudnya?"
"cerita tentang apa??"
rasanya pengen bilang: "sorry, I don't want to know you more, please step out! pertanyaan sederhana seperti ini seharusnya bisa dipahami dengan baik", tapi karena kami menghargai anda yang sudah datang meluangkan waktu memenuhi panggilan kami, kami lanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan selanjutnya yang jarang kami perhatikan jawabannya, karena kesan awal yang sudah kurang baik.

So, kalau dapat pertanyaan seperti itu, ceritakan saja hal umum tentangmu, jika sulit yah minimal seperti apa yang kau tuliskan di cv mu. Namamu, tempat tanggal lahir, latar pendidikan, prestasi, cita-cita, dan lain sebagainya. SECUKUPNYA saja, tidak berlebihan. Biarkan kami, para interviewer penasaran dan menanyakan tentangmu lebih lanjut. As simple as that 😊
Mungkin bisa mulai dari saat ini menyiapkan jawaban atas pertanyaan tersebut. Inga inga ting! Persiapan selalu jadi hal penting dimanapun kapanpun....

Jika ada interviewer yang lebih berpengalaman boleh lah sharing dan nambahin :) aku mah apa atuh masih pemula hehe..

Kamis, 09 Oktober 2014

Resume: The On Time, On Target Manager


Yaaaaaks, jadi ceritanya diminta oleh bapake dan bapaknya bapake (Pak Boss dan ayahnya Pak Boss) untuk baca buku bermutu minimal sejam setiap harinya. So, karena dikasihnya buku ini, ya aku baca buku ini. Dan karena faktor U selalu menyerang setiap saat, maka aku putuskam untuk meresume dan mencatatnya di blog. Biar kalo lagi khilaf, terus iseng-iseng buka blog, nemu ni tulisan tiba-tiba dapat pencerahan kembali. Hahahaha. Aaaaamin. Next, aku bakal resume buku pilihanku sendiri (langsung bayangin komik naruto) hahahaha..

Jadi, penulis buku ini menyampaikan ilmunya dengan cara menarik, naratif. So, bukan jenis bacaan yang berat, sehingga aku yang agak-agak begini pun bisa mencernanya dengan baik. Hohoho.

Buku ini menceritakan tentang Bob yang selalu menjadi manajer-yang-menunggu-hingga-detik-terakhir alias sering telat dan menunda-nunda pekerjaan. Suatu hari, dia ditegur bosnya, Pak Dave, dan Pak Dave akhirnya memasukkan Bob ke dalam masa percobaan. Alasan Pak Dave masih mempertahankan Bob karena dia memiliki karakter, meskipun kinerjanya buruk. Karakter sulit untuk diubah, namun kinerja mudah untuk diubah, jadi yang akan dilakukam oleh Pak Dave adalah merubah kinerja Bob. Bagaimana caranya? Bob diminta untuk menemui sang CEO, namun CEO bukan seperti yang biasa dikenal, CEO ini adalah Chief Effectiveness Officer, yakni seseorang yang ditunjuk untuk menjaga keefektifan kerja para pegawai bermasalah seperti halnya Bob.

Pada hari pertama Bob menemui CEO ini, Bob diberitahu mengenai konsep 3 P yang harus benar-benar dipahami oleh Bob. P pertama adalah Priority (prioritas), yaitu apa yang harus didahulukan daripada yang lain. Agar lebih memahami konsep ini, Bob diberi tugas untuk mengurutkan beberapa kegiatan sesuai dengan prioritasnya. Keesokan harinya Bob menyerahkan tugasnya, dan CEO hanya tersenyum melihat jawaban Bob karena dalam hal prioritas tidak ada jawaban salah atau benar. Salah satu poin yang ada dalam tugas Bob adalah pergi menemui dokter, dan Bob menaruhnya sebagai kegiatan yang paling tidak dia prioritaskan, dia lebih memilih rapat dengan pegawainya dibanding bertemu dokternya. Memang saat Bob mengerjakan tugas ini, dia berada dalam keadaan sehat. Namun, sang CEO bertanya, bagaimana jika dia sedang dalam masa penyembuhan kanker, apa yang akan dia prioritaskan?
(Menyimpang sedikit, tapi ini bagus... Mengenai pengingkaran). Jadi, penyebab pertama kematian di Amerika adalah "pengingkaran". Dimana saat mereka mulai merasakan gejala tertentu, mereka mengingkarinya, dan menganggap semuanya baik-baik saja. Seperti Ayahnya sang CEO yang baru mau berobat ketika kankernya sudah parah, sebelumnya dia lebih memprioritaskan pekerjaannya, hingga akhirnya dia meninggal. Bayangkan, apa yang akan terjadi jika lebih cepat ditangani? Mungkin Ayahnya tidak perlu operasi dan kemoterapi berulangkali.
Setelah menceritakan hal tersebut, sang CEO kembali bertanya mengenai prioritas Bob yang mengakhirkan pertemuan dengan dokter. Bob tidak menjawabnya, namun mengerti maksudnya. Penentuan prioritas dapat berubah sesuai kondisi yang terjadi. Menurut sang CEO, kesalahan fatal penentuan prioritas ini sering terjadi dikarenakan: seseorang menunda untuk melakukan hal yang penting, menganggap bahwa semuanya harus dikerjakan, dan menyebabkan stress pada dirinya sendiri karena menyelesaikan semuanya pada detik terakhir, seperti halnya ayah sang CEO yang baru memprioritaskan kesehatannya setelah sangat parah. Oleh karena itu, aktivitas perlu dikategorikan menjadi:
1. LAKUKAN (jika ingin dan harus melakukan, jika harus melakukan namun tidak ingin)
2. PERTIMBANGKAN (jika ingin melakukan namun tidak harus)
3. JANGAN (jika tidak ingin dan tidak harus melakukannya)
Kebanyakan orang yang kerepotan dengan pekerjaan sehari-harinya karena dia melakukan aktivitas yang JANGAN, dia tidak menentukan prioritas dengan benar.

Nah pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana menentukan prioritas dengan benar? Ini pertanyaan yang diajukan Bob. CEO menunjukkan P yang kedua, yaitu Propriety (etika), ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Agar lebih memahaminya, tugas kedua bagi Bob adalah mempelajari mengenai Undang-Undang Dasar Etika. Adapun UUD tersebut adalah sebagai berikut:
1. Lakukan hal yang tepat (dilihat dari sisi legalitas, keadilan, dan kepercayaan pada diri sendiri)
2. Lakukan untuk alasan yang tepat (untuk apa sih kita melakukan itu? seperti halnya Martin Luther King Jr yang bekerja di bidang hak hak asasi manusia. Sebenarnya untuk apa dia melakukan itu? mencari ketenaran? mencari kekayaan? Tentu saja dia melakukannya untuk memperjuangkan persamaan hak, adapun ketenaran yang dia dapat hanya dampak sampingan. Ya, begitulah alasan yang tepat dalam melakukan sesuatu)
3. Lakukan dengan orang yang tepat (yaitu orang-orang yang memiliki pemahaman nilai yang sama dengan kita, memiliki tujuan dan semangat yang sama)
4. Lakukan pada saat yang tepat
5. Lakukan dengan urutan yang tepat (Ya! Kita tak bisa memasak kue dengan mengaduk adonan tanpa mempersiapkan bahan dan alatnya terebih dahulu)
6. Lakukan dengan serius (antusias, bergairah, melatih diri dengan baik, berketetapan hati, dan tidak mundur saat gagal)
7. Berikan hasil yang tepat (yaitu hasil yang benar untuk semua pihak yang terkait)

Setelah merenung semalaman akhirnya Bob memahaminya (sesungguhnya ada kisah di balik pemahaman ini, namun aku skip ajalah ya biar cepet). Esoknya Bob kembali menemui sang CEO dan menyampaikan buah pikirnya. Setelah berdiskusi beberapa saat, akhirnya CEO menunjukkan P yang ketiga, yaitu Commitment. Bob sempat terkejut karena P yang ketiga tidak diawali dengan huruf P, dan CEO menjelaskan bahwa dia tidak menemukan kata yang sepadan untuk sikap ini yang diawali dengan huruf P. Komitmen berarti menyelesaikan pekerjaan itu apapun yang terjadi, bisa dikatakan karena benar-benar menginginkannya. Sehingga perlu dijawab:
1. Apa yang harus ingin dilakukan?; dan
2. Mengapa harus ingin melakukannya?

Finally, Bob menarik kesimpulan seperti ini:
1. PRIORITAS. Prioritas berubah, jadi ketahui apa yang harus dilakukan dan kapan itu harus dilakukan. Ini merupakan strategi untuk mengatasi KETERLAMBATAN
2. ETIKA. Memegang teguh UUD. Ini merupakan strategi untuk mengatasi RENDAHNYA KUALITAS KERJA
3. KOMITMEN. Menyelesaikan apa yang diinginkan dan dimulai. Ini merupakan strategi mengatasi KETIDAKSERIUSAN

Yah setelah menjalani berbagai proses yang panjang, Bob sang-manajer-yang-menunggu-hingga-detik-terakhir berubah menjadi Bob sang-manajer-yang-tepat-waktu-tepat-sasaran..

Sebenarnya ada kisah selanjutnya lagi, tapi lebih asyik kalau baca versi lengkapnya, daripada versi-resumenya-shofi-yang-apalah-atuh hahaha..

Actually, I love the last part of this book, but I forgot to write it down :( Anyway, you can read the preview of this book here




Jumat, 21 Maret 2014

21st March: Reparasi Koper di Bogor

Kaki-koper temanku yang patah

Hufft banget kan kalo ga sengaja matahin kaki-kopernya-temen.. Alhasil karena belum punya banyak duit, ga bisa gantiin yang baru, bisanya perbaiki bagian yang rusak doang.. Entah kenapa susah banget cari informasi tentang tempat reparasi koper di Bogor.. Hasil bertanya ke mbah google, dari 10 page yang diload cuma dapat 2 info, yaitu:
1. Depan Yogya Baru, di Bogor Indah Plaza
2. Daerah Pasar Bogor
Udah.. Gitu doang.. Ga ada alamat pasti yang bisa dituju.. Bahkan dari 10 page yang diload, hanya 3 halaman pertama yang bener, sisanya tentang penemuan mayat perempuan dalam koper (hiiii serem ga tuh?). Iseng-iseng juga nanya ama temen asli Bogor, dan jawaban mereka "Tidak Tahu". Yaampun gimana ini nasib koper temenku? Akhirnya berbekal nekat, motor berbensin full, berSTNK, SIM, dan gps aku ditemenin temen berangkat berpetualang mencari tempat benerin koper tersebut. (Tambahan: Kenapa STNK dan SIM perlu dibawa? Karena lagi musim razia.. Tadi aja kena razia.. Anehnya kok ga diperiksa ya koper yang aku bawa? Kan bisa jadi ada apa gitu di dalamnya.. *otak jahat*)

Jadi, sampailah aku ke alternatif pertama, ke depan Yogya. Dan tau apa yang terjadi? Kata orang sekitar sih ga ada tempat benerin koper di sana. Jadi, kita memutuskan untuk melanjutkan petualangan. Tadinya mau ke tempat alternatif kedua (Pasar Bpgor) tapi karena kita mikir pusat tas bogor ada di Tajur, maka kita pun cuppps berangkat ke Tajur. Setelah nanya ke orang di jalan, ketemulah tempat benerin tas. Lucky us :)

Jadi, biar orang-orang ga rempong kayak aku cari-cari tempat benerin koper karena informasi yang gak jelas, aku kasih tau tempatnya dengan jelas nih. Pergilah ke Tajur, kalo dari arah Pajajaran, bakalan liat Plang gede tulisan Tas Tajur, belok kiri. Nanti bakan ada pertigaan kecil, ambil kiri, jalan terus ampe mentok ada tulisan Tas Tajur, belok kiri lagi ampe pabrik Tas Tajur. Bingung ga? Hahaha. Yah coba aja kesana dan ikutin petunjuk arah di jalan, tar tau sendiri. Tapi jelas kan informasinya dimana letak tempatnya? Hohohoho. Nih alamat lengkanya ada di Jalan Tajur Indah No 51 Kompleks BPPH Tajur, Bogor.

Selamat mencoba :)

Senin, 03 Maret 2014

3rd March: Bikin Jurnal ala Manajemen IPB

Well banyak sekali pertanyaan mengenai jurnal dan aturan-aturannya.. Karena aku orangnya bosenan, termasuk bosen untuk mengetik (via wasap or line or sms) mengenai hal yang sama, jadi diposting aja di sini.. So, infonya juga bisa lebih jelas dan lengkap ya :D

Let's begin!

Format Naskah
  • Naskah ditulis dalam font Calibri, 12 pt, spasi single pada kertas A4.Batas margin: atas 3 cm - bawah 3 cm - kiri 3,5 cm - kanan 2,5 cm.
  • Bagian naskah ditulis dengan urutan sebagi berikut:
  1. Judul >> Judul tidak boleh lebih dari 14 kata
  2. Data Penulis >> Nama lengkap penulis dan pembimbingnya (tanpa singkatan dan gelar) dan alamat lengkap penulis dan pembimbingnya. Contoh 1 dan 2 ada di bawah ini:
  3. Abstrak >> Abstrak tidak memiliki referensi dan tidak mengandung angka, singkatan, akronim, atau pengukuran, kecuali penting. Abstrak terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, dan hasil temuan penelitian. Abstrak ditulis dalam bahasa inggris dan bahasa indonesia, dengan kata kunci maksimal 5 kata. Judul abstrak ditulis dengan Calibri (italic untuk abstrak bahasa inggris), 12 pt, Kapital, Bold. Isi abstrak ditulis dengan Calibri (italic untuk abstrak bahasa inggris), 10 pt, awal paragraf menjorok ke dalam 0.5 cm, berkisar 150-250 kata.
  4. Pendahuluan >> Berisi latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian (tanpa subbab)
  5. Metode >> Berisi jenis penelitian, metode yang digunakan, dan waktu pengambilan sampel (tanpa subbab)
  6. Hasil dan Pembahasan >> Tidak menampilkan data mentah pada hasil dan pembahasan. Jika ada gambar maka judul gambar diletakkan di bawah gambar, center, Calibri, 10 pt, dan setiap awal kata huruf besar, Jika ada tabel maka tabel diletakkan rata kanan, judul tabel diletakkan di atas tabel, Calibri, 10 pt, dan setiap tabel harus ada sumbernya.
  7. Kesimpulan
  8. Daftar Pustaka >> Aturan penulisan dapus dapat dilihat di buku panduan penulisan karya ilmiah. Setiap dapus harus ada di text jurnal, dan setiap nama di text jurnal harus ada di dapus. Minimal daftar pustaka yang digunakan adalah 3 jurnal. 
Contoh jurnal dapat dilihat (disini)
Contoh surat pernyataan penyerahan jurnal seperti yang dijelaskan pada postingan 20th February: Cara Seminar - Sidang - SKL - Daftar Wisuda ala Manajemen IPB dapat dilihat (disini)

Yah demikian penjelasan panjang lebar mengenai jurnal kalau mau masukin jurnal ke Departemen Manajemen IPB. Sumber penjelasan di atas: Jurnal Manajemen dan Organisasi Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.

Semoga bermanfaat. Jika ada yang kurang jelas bisa ditanyakan langsung via apapun ke aku. Atau biar lebih afdol lagi tanya langsung sama Mba Mita di Depman yang bakalan meng-QC jurnal kita kelak :D. Semangat yaaaaa!!! :D


Kamis, 20 Februari 2014

20th February: Cara Seminar - Sidang - SKL - Daftar Wisuda ala Manajemen IPB

Well hari ini capek banget bolak balik sana sini, naik turun tangga.. Semua gara-gara aku salah strategi.. Dari kemarin-kemarin juga sih kayaknya salah strategi, makanya agak lama ngurus SKL nya.. Hahaha.. Mungkin karena aku gatau apa-apa dan gatau mesti ngapain gitu ya.. Kakak kelas yang ditanya pada sibuk semua, dan kadang tidak memberikan jawaban dengan jelas.. Jadi saja makin bingung.. Untung ada Pak Hadi yang selalu bersedia dirempongin.. So, tujuan aku bikin catatan gini, biar nanti tidak ada yang bernasib sama karena membuang tenaga percuma melakukan hal-hal yang sebenernya ga perlu.. Kayak aku naik ke perpus FEM, terus ke LSI, naik lagi ke lantai 4, terus ke fakultas, dst.. Gara-gara ini kurang itu kurang.. Yaampuuuun >.<

Mari kita mulai..

SEMINAR (catatan: udah selesai 125 SKS, daftar H-5 seminar terhitung berdasarkan hari kerja)

mesti ngumpulin apa di dalam amplop cokelat besar?
  1. kartu seminar manajemen (minta ke departemen) minimal 30 tandatangan
  2. form persetujuan seminar dari pembimbing (minta ke departemen)
  3. draft makalah yang udah ditandatangani pembimbing 3 buah (1 buat daftar seminar, 1 buat pembimbing, 1 buat moderator)
  4. fotocopy pembayaran spp terakhir
mesti ngapain sebelum seminar?
  1. kasihin draft makalah ke pembimbing dan moderator H-2 seminar (moderatornya tar dikasih tau Pak Hadi secepatnya)
  2. ngingetin pembimbing dan moderator biar ga lupa tempat dan waktu
  3. undang temen-temen, karena minimal penonton 10 orang
  4. siapin ppt dan laptop sendiri, boleh juga kalo mau nyiapin pointer
  5. siapin kostum yang formal (Pria: kemeja lengan panjang, dasi, celana bahan -- Wanita: blazer, rok/celana panjang bahan)
  6. siapin konsumsi buat penonton, pembimbing, dan moderator (optional)
  7. siapin bingkisan buat pembimbing dan moderator (optional)
  8. dateng 30 menit sebelum seminar
pas seminar ngapain?
  1. presentasi maksimal 15 menit
  2. tanya jawab
abis seminar ngapain?
  1. revisi dan siap-siap sidang
----------------------------------------------------------------
SIDANG (catatan: udah selesai 138 SKS, daftar H-7 sidang terhitung berdasarkan hari kerja, waktunya pas semua nilai udah keluar)

 mesti ngumpulin apa di dalam amplop cokelat besar?
  1. kartu bimbingan skripsi (minta ke departemen) minimal 5 tanda-tangan
  2. form persetujuan sidang dari pembimbing (minta ke departemen)
  3. draft skripsi yang udah ditandatangani pembimbing 4 buah (1 buat daftar sidang, 3 buat penguji)
  4. fotocopy pembayaran spp terakhir
  5. sertifikat toefl/toefl prediction, katanya sih minimal nilainya 450 (temen-temen bisa coba tes di LIA 225.000, ILP 150.000, LSI 100.000, atau lembaga-lembaga yang sudah terakreditasi ----- jangan kayak aku, karena nyari paling awal, ga ada info, salah tempat deh, dan hampir 3 kali tes toefl karena sertifikatnya ga diterima gara2 lembaganya belum terakreditasi hahaha) 
  6. form kesediaan menguji (minta ke departemen)
mesti ngapain sebelum sidang?
  1. ketemuan sama para penguji untuk menyerahkan draft (selambat-lambatnya 3 jam sebelum sidang, pengujinya tar dikasih tau Pak Hadi secepatnya) dan minta tanda tangan form kesediaan menguji (dikumpulkan secepat-cepatnya kalau ketiga penguji udah tanda-tangan)
  2. setelah ngumpulin form kesediaan menguji, bakal dapat undangan untuk diberikan pada penguji, kasihin tuh undangannya (jangan kayak aku, pas sidang ditanya mana undangannya? ya aku mana tau ternyata penguji dapat undangan dan aku harus menyerahkannya.. bahkan baru dikasih tau ada undangan setelah sidang selesai.. hahaha)
  3. ngingetin penguji biar ga lupa tempat dan waktu
  4. siapin ppt dan laptop sendiri, boleh juga kalo mau nyiapin pointer
  5. siapin kostum yang formal (Pria: kemeja lengan panjang, dasi, celana bahan -- Wanita: blazer, rok/celana panjang bahan)
  6. siapin bingkisan buat penguji (optional)
  7. siapin buku-buku/literatur yang jadi bahan skripsi, siapin kuesionernya, siapin cara menghitung data (takutnya ditanya ma penguji, buat jaga-jaga aja)
  8. belajar buat ujian kompre (jangan kayak aku, belajarnya kurang, jadi ngeblank hahahaha)
  9. dateng 30 menit sebelum sidang
pas sidang ngapain?
  1. ujian komprehensif selama 1 jam, jadi 3 penguji gantian nanya mengenai Msdm, Mpo, Manpas, Mankeu, Manstra, Metpen
  2. keluar bentar, soalnya dosen mau diskusi lulus kompre ato ga (mungkin)
  3. masuk lagi
  4. presentasiin skripsi maksimal 15 menit (waktu aku sih gapapa lebih dari 15 menit.. hehehe..)
  5. ditanya mengenai skripsi (presentasi + tanya jawab = 2 jam)
  6. keluar bentar, soalnya dosen mau diskusi lulus sidang atau engga (mungkin)
  7. masuk lagi, dan ...................................................... (selamat kamu lulus :))
abis sidang ngapain?
  1. revisi buat bikin SKL
----------------------------------------------------------------
SURAT KETERANGAN LULUS

mesti ngapain aja?
  1. minta form revisi, QC, dan distribusi ke departemen
  2. revisi ke 3 dosen penguji dan minta ditanda-tanganin form revisinya
  3. habis revisi beres, kasihin skripsi dan form revisi ke komisi akademik buat di-QC, lalu minta ditanda-tanganin form QCnya
  4. kasih form revisi dan QC ke Pak Hadi (biar bisa minta diprint-kan transkip nilai yang ada tanggal lulusnya)
  5. bikin jurnal dari skripsi yang udah lolos revisi dan lolos QC
  6. koreksi jurnal ke komisi jurnal (di departemen juga ada, waktu aku sih minta revisi mba mitha...)
  7. jurnal yang udah dikoreksi dapat diserahkan ke komisi jurnal hardcopynya, sedangkan softcopynya kirim ke email jurnal.manajemen@ymail.com
  8. bikin surat pernyataan bahwa naskah emang hasil kerjaan kita, lalu diserahkan ke komisi jurnal (arengan ama hardcopy jurnalnya yaaaa), dan minta ditanda-tanganin form distribusinya
  9. bikin 5 rangkap skripsi. pada halaman pernyataan, jangan lupa kasih ruang untuk materai 6 ribu rupiah dan tanda-tanganin (aslinya cukup 1, sisanya fotokopi aja biar ga usah beli 5 materai dan 5 kali tanda tangan)
  10. minta ditanda-tanganin 5 skripsi (5 rangkap itu buat: diri sendiri, pembimbing, departemen, FEM, dan LSI (kalo punya 2 pembimbing, berarti ya bikin 6 rangkap)) dan 3 lembar pengesahan ke pembimbing dan ketua departemen
  11. pergi ke fakultas, bawa transkip dan skripsi yang udah ditanda-tangan ke fakultas buat di cap, sekalian minta form SKL ke fakultas
  12. distribusiin deh skripsinya dan minta ditanda-tanganin form distribusinya dari fakultas ke:
    • pembimbing (hardcopy dan softcopy pake CD (isinya: word n pdfnya skripsi, pengolahan data))
    • perpustakaan FEM (buku (tahun terbit diatas 2000, ga bajakan, belum ada di perpus FEM, disampul plastik), hardcopy skripsi, dan softcopy skripsi di dalam CD (isinya: word n pdfnya skripsi, ringkasan, dan abstrak inggris)) >>>>> bakal dapat tanda terima perpus FEM
    • LSI (hardcopy dan softcopy pake SC (word n pdfnya skripsi, ringkasan, dan abstrak inggris))
      >>>>> bakal dapat bukti penyerahan LSI
    • tata usaha departemen (hardcopy skripsi, dan softcopy skripsi di dalam CD (isinya: word n pdfnya skripsi, ringkasan, dan abstrak inggris)
  13. minta ditanda-tanganin form distribusi ke komisi akademik 
  14. serahin form distribusi ke departemen untuk dapat surat pengantar SKL
  15. minta bebas pustaka di loket pendaftaran LSI >>>>> bakal dapat bebas pustaka
  16. serahin syarat-syarat SKL di dalam map orange ke fakultas (2 fotokopi transkip, surat pengantar SKL dari departemen, lembar pengesahan cap basah, tanda terima perpus FEM, 2 fotokopi bebas pustaka LSI, 2 fotokopi bukti penyerahan LSI, foto 3x4 berwarna) dan .......................................... dapatlah SKL
 ----------------------------------------------------------------
DAFTAR WISUDA

mesti ngapain aja?
  1. daftar dan minta formulir daftar wisuda di Loket 2
  2. isi kelengkapannya dengan mengumpulkan:
    • bukti pembayaran (jadi, nanti dikasih form pembayaran pas daftar, bayar deh ke BNI, waktu aku 525.000)
    • bukti penyerahan LSI asli
    • bebas pustaka LSI asli
    • fotokopi lembar pengesahan
    • abstrak skripsi in english
    • 3 lembar foto 3x4 hitam putih
    • fotokopi ijazah SMA
    • SKL asli
  3. terus nanti disuruh foto (nah, salahnya aku, gatau bahwa langsung disuruh foto, makanya lagi kucel-kucel dari pagi bolak balik sana sini difoto deh. teman-teman silakan dandan yang cantik dan baju rapi sebelum dafar wisuda.. hahaha)
  4. abis foto diserahin lah bukti fotonya ke Loket 2 dan ......................................... tadaaa anda resmi jadi wisudawan (mesti daftar ulang lagi sih ntar)
 ----------------------------------------------------------------
DAFTAR ULANG WISUDA

mesti ngapain aja?
  1. isi form ini yaaaa >>>> https://sites.google.com/site/surveikepuasanwisudawanipb/
  2. setelah ngisi, pergi ke lantai 3 rektorat, yaitu ruang mutu, sambil bawa nomor peserta wisuda
  3. minta ditandatangan dan dicap deh tuh nomor peserta wisuda
  4. abis dapat tandatangan dan cap pergilah ke loket pendafatran wisuda
  5. serahin tu nomor dan anda akan mendapatkan berbagai perlengkapan wisuda...
 ----------------------------------------------------------------
Sekian dulu sharing-sharingnya.. moga bermanfaat.. kalo makin membingungkan, ya maaf.. hahahahaha.. Semangat buat teman-temanku yang lagi berjuang!!!!