Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Mei 2015

Kebohongan Mantan

Well, keisenganku malam ini untuk menuliskan beberapa kebohongan yang biasa diucapkan oleh mantan pacar orang-orang se-Indonesia disinyalir (naon?!) disebabkan oleh status galau seorang temen yang muji-muji mantannya.

So, aku bikin inih. Berdasarkan hasil rangkuman dari curhatan orang-orang dan artikel yang beranak pinak di internet, menurutku yaaaa (ini menurutku, jadi kalau beda pendapat pehlis no demonstrasi yee), beberapa kebohongan yang sering diucapkan oleh mantan pacar orang-orang seIndinesia adalah sebagai berikut:

1. AKU BAHAGIA ASALKAN KAU BAHAGIA, MESKI BUKAN SAMA AKU
beuh kalau umpatan in english nya mah bantengshit lah.. yaqin deh dalam hatinya mah nyesek, pengennya dia yang bahagiain doi, bukan orang lain. adakah yang memang 100% ikhlas? hm? hm? I doubt it. bisa jadi ini kebohongan lainnya, kata lain dari "aku bosan sama kamu, dah sana kamu sama yang lain saja!"

2. KAMU TERLALU BAIK / AKU TIDAK PANTAS UNTUKMU / YOU DESERVE BETTER MAN OR WOMAN
udah, simple aja, kata-kata ini terucap ketika sudah merasa tidak cocok/sejalan, dan sudah menemukan yang lain yang menurutnya better, cocok, sejalan, sevisi, semisi, segitunyalah. be honest dehh, kalau udah dapat yang baik, ngapain dilepasin? ga ada alasan lain selain buat nyari yang lebih baik.

3. WALAU KITA SUDAH TIDAK BERSAMA, KAMU AKAN SELALU DI HATIKU
hmmm ga akan jadi "selalu" hanya "sesekali". bisa sekali dalam sehari, sekali dalam sebulan, sekali dalam setahun, atau mungkin sekali dalam seumur hidup. hahaha. saat sudah ada yang lain, pikiran dan hati pastinya sedikit atau banyak akan tercurahkan ke sosok baru ini.

4. KITA BISA TETEP TEMENAN KOK
no way!! selagi salah satu pihak masih ada rasa, "temenan" tidak akan semenyenangkan temenan biasa. yang udah ga suka bakal berusaha jaga jarak biar ga dianggap php. yang masih suka mungkin bakal tetep berjuang sehingga perhatiannya bakal lebih dari sekedar "temenan". bahkan banyak kejadian satu sama lain seperti tidak pernah saling mengenal sekalipun. yaaah mungkin maksud temenan disini ya temenan di facebook kali yaa. ehh tapi ga jarang juga, pasangan yang udah ga bersama saling unfriend bahkan blokir akun pasangannya. terus bagian "kita bisa tetep temenan"-nya ada dimana ya?

5. AKU MAU FOKUS KARIR / KULIAH / BELAJAR
yaaaaaks.. SELAMAT!!! kamu dianggap penganggu hehehe, sehingga dia bilang kalau sama kamu nantinya ga fokus kerja atau belajar. sesungguhnya itu kata lain dari "aku jenuh kamu gangguin aku mulu".

6. AKU GAMAU NYAKITIN KAMU LAGI
ini sejenis lah yaa sama nomor 2, namun kalimat ini diucapkan agar tampak bahwa si doi merasa bersalah. seharusnya kalau salah, ya mint maaf, terus jadi be better person. ehh inih udah salah malah pergi. hahaha. boongnya dimana? "gamua nyakitin" tapi sesungguhnya saat doi pergi berlalu begitu saja, itu NYAKITIN.

Dan masih banyak alasan-alasan klise lainnya yang sebenarnya (kebanyakan) adalah dusta belaka ~ ~ ~ silakan kalau ada yang mau ditambahkan..

meski demikian, mari kita positive thinking..
maybe he/she did it because he/she didn't want to hurt us, they'we trying to be polite :)

INTINYA
udah ga usah pacaran sebelum nikah. dosa!!! hahahaha *penutup yang ga nyambung*

Jumat, 26 September 2014

because i am SPECIAL

Once day, someone told me that no one can say that he/she is special. Hmmm. I don't think so. You can see my blog's name. Specials. SAYA, SHOFI, SPESIAL. Because I feel and think that I am special. Why not?

Hmmm. Orang itu pun bilang, di atas langit masih ada langit, jadi tak pantas seseorang merasa bahwa dirinya spesial. Okay, I agree with the first statement, di atas langit masih ada langit. But, I really disagree with the second one. Being special is different with being the most blablablablabla. You could say that you are special because you are special -a-different from each other, unique!!-- But, yes, you couldn't say that you are the most beautiful woman in the world, the most talented person, or anything like that. Karena di atas langit masih ada langit, that's true!

Now, look at your self!
Adakah seseorang yang SAMA PERSIS denganmu?
I believe that 100% people in this world will say "no one". Ga cuma secara fisik, tapi sifat dan sikapnya juga, atau kondisi yang sedang dialaminya.

I did it. I look into my mirror and realize it. Aku yakin, tidak ada orang yang sama persis denganku baik secara fisik, psikis, behaviour, attitude, keadaan, keuangan, dan masih banyak faktor pembeda lainnya (kecuali atas izin Allah). I am special person, right? So You are :)

Menjadi spesial bukan karena kau memiliki segalanya, tapi karena kau menghargai yang ada pada dirimu :) That's what I think..

Senin, 15 September 2014

Bahagia itu Sederhana

Banyak orang yang mengatakan demikian, bahwa bahagia itu sederhana. Tiba-tiba saat aku mengulang-ulang kalimat ini, aku teringat guru bahasa indonesiaku sewaktu di sekolah menengah pertama. Beliau sangat suka menjabarkan kata-perkata agar siswa-siswinya dapat memahami kalimat secara menyeluruh dan benar. Jadi mari kita ulas mengenai "Bahagia itu Sederhana".

Aku tadinya mau mengartikan tiap kata sendiri, namun kayaknya lebih afdol jika kita mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia. Hahaha. Sekalian biar nambah-nambah kerjaan sih. Hahaha. Abis tiap malam aku bingung mau ngapain, ketika kerjaan kantor udah beres di kantor. Hmmm. So, let's analyze it!!

Jadi, menurut KBBI,
☺Bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan)
☺Itu adalah kata penunjuk bagi benda (waktu, hal) yang jauh dari pembicara
☺Sederhana adalah 1) bersahaja: tidak berlebih-lebihan; 2) sedang: dalam arti pertengahan, tidak tinggi, tidak rendah, dsb; 3) tidak banyak seluk-beluknya, tidak banysk pernik, lugas.

Jadi, saat diartikan, Bahagia itu Sederhana adalah perasaan senang yang jauh dari pembicara yang tidak berlebih-lebihan. Betul tak seperti itu? Kok artinya jadi jauh berbeda dengan pemahaman aku selama ini ya? Hehehe. Selama ini aku mikir, bahagia itu sederhana ketika kita disapa dengan senyuman dan kita jadi bahagia, sesederhana itu dan sesederhana hal-hal lainnya. Hahaha.

So, ungkapan yang tepat untuk menyatakan kebahagiaan kita karena hal-hal kecil apa ya? Hmmmm.. *mikir keras* (sesungguhnya pembahasan ini ga penting banget, ya udah sii biarkan orang-orang bilang gitu hahahaha).

Yaaa bahagia mah bahagia aja, ga usah bilang kalau bahagia itu sederhana atau bahagia itu mahal. Toh apa yang menyebabkan kita berbahagia bukan karena besar kecilnya suatu kejadian, sederhana atau mewahnya suatu hadiah, atau apapun. Kita berbahagia karena kita sendiri yang menganggap itu hal membahagiakan. Iya toh?

*deuh ngomong naon siih*

Hahahaha ya pokoke gitu lah..

Jumat, 29 Agustus 2014

Sanksi Sosial Media Sosial di Indonesia

Siapa yang tidak tahu mengenai sanksi sosial? Sudah diajarkan sejak kecil macam-macam sanksi baik secara formal maupun langsung dialami. Mari kita tes, ada berapa macam sanksi yang kalian ketahui gaaaess? 1? 2? 3?

Menurut buku-buku PKN sih yang sudah kita pelajari, ada 4 jenis norma dengan sanksinya masing-masing. Norma-norma tersebut diantaranya: norma agama, norma kesusilaan, norma hukum, dan norma kesopanan. Nah norma kesopanan inilah yang apabila dilanggar maka pelaku mendapatkan sanksi sosial, yaitu berupa cemoohan, pengucilan, atau pengasingan oleh masyarakat.

Pertanyaannya, masih berlaku kah norma sosial seperti itu? Ya, masih. Namun ada satu fenomena menarik akhir-akhir ini di Indonesia, sanksi sosial berkembang tidak hanya diberikan di dunia nyata, namun juga di dunia maya. Jadi, anggota masyarakat yang dianggap tidak memenuhi norma kesopanan (berlaku tidak sopan, atau berlaku tidak sesuai dengan peraturan yang seharusnya disepakati bersama oleh masyarakat) akan dicemooh habis-habisan di media sosial hingga orang tersebut minta maaf.

Mengerikan... Bukan hanya masyarakat sekitar yang mencemooh, mengucilkan, atau mengasingkan pelaku pelanggaran norma sosial itu (ini sanksi sosial model lama), namun masyarakat dari berbagai pelosok negeri.. Bukan hanya orang-orang yang dikenal yang mencemooh, mengucilkan, atau mengasingkan pelaku, namun orang yang sama sekali tidak dikenal turut berpartisipasi memberikan sanksi sosial bagi mereka. Baguskah hal ini?

Terus terang, saya bukan seorang sosiolog atau psikolog yang memahami betul bagaimana dampak suatu tindakan terhadap masyarakat atau seseorang. Tapi, menurut pengamatan saya, hal ini menimbulkan efek jera, karena pelaku pelaku tersebut segera meminta maaf dan sampai saat ini tidak tampak lagi mereka melakukan hal yang sama (entah benar-benar menyesalinya dan berjanji dalam hati tidak akan mengulangi hal tersebut, atau hanya jaga image agar tidak lagi diperlakukan seperti itu oleh netizen padahal dalam hati ngedumel, nobody knows).

Itu bagusnya! Sanksi sosial di media sosial ngasih efek jera..
Namun saya sangat menyayangkan orang-orang yang mencemooh itu sepertinya sama saja dengan pelaku. Mereka mengindahkan norma kesopanan yang ada. Hanya saja karena perhatian semua orang sedang terfokus pada pelaku, jadi komentar para pencemooh dianggap suatu yang benar. Kata-kata kebun binatang keluar, kata-kata negatif keluar dari para komentator. Hmm. Jadi rancu ya, pemberi sanksi sosial ternyata pelanggar norma itu sendiri. Betapa sanksi sosial di media sosial dapat mendorong orang lain ikut-ikutan melanggar norma kesopanan.

Jadi, munculah pertanyaan baru. Jika pelaku tidak dicemooh, akankah efek jera itu muncul? Misalkan semua komentator menasehatinya dengan kata-kata yang baik dan bijaksana. Sekali lagi, Nobody Knows. Namun, kenapa tidak? Selagi kita bisa berbuat baik, kenapa harus berbuat yang kurang baik? Selagi kita bisa berkata baik, kenapa harus berkata yang kurang baik? Ini anggapan aku saja sih, setidaknya biarkanlah hanya pelaku saja yang melakukan pelanggaran norma, ga usah ikut-ikutan melanggar norma juga.

Nah ada yang lebih mengerikan lagi dari sanksi sosial di media sosial ini. Kata yang pernah terdengar, atau tulisan yang pernah terbaca, terutama hal-hal berbau negatif itu bisa dimaafkan, tapi tidak dilupakan. Mungkin, meski kasusnya sudah beres dan orang-orang sudah menerima permintaan maaf pelaku, namun sebagian besar dari mereka akan terus mengingat "pelaku pernah melakukan itu", meskipun orang-orang hanya denger atau baca di media sosial.

Yah, begitulah menurutku betapa perubahan teknologi dan maraknya media sosial menjadikan bentuk sanksi sosial pun berubah menjadi hal yang lebih kompleks. Alangkah baiknya kita ambil pelajaran dari fenomena ini agar terus menjaga sopan santun kita di manapun kita berada. Karena kita dituntut untuk berperilaku sopan tidak hanya di dunia nyata, namun juga di dunia maya karena sudah jadi bagian dari hidup kita, bukan begitu?

---------------------------

Berikut contoh pelanggaran norma kesopanan, sanksi yang diberikan netizen, dan permintaan maaf dari pelaku..



Selasa, 29 Juli 2014

KAPAN? dan KENAPA?



Oyeeeee..
Pertanyaan-pertanyaan di atas adalah pertanyaan mengerikan yang tidak ingin didengar sebagian besar anak muda di musim lebaran kayak gini..

Kapan lulus?
Kapan kerja?
Kapan nikah?

Well well. Honestly, aku ga pernah mendapat pertanyaan seperti itu. Sebagai gantinya, jenis pertanyaan yang kudapat adalah "kenapa?"..

Kenapa buru-buru lulus? Emang udah siap menghadapi dunia pasca kampus?
Kenapa udah nyari kerja? Emang udah siap kerja?
Kenapa ngomongin nikah mulu? Emang udah bisa ngurus rumah tangga?

Yaaaaaa. Pertanyaan yang kuterima adalah "kenapa?" disertai oleh pertanyaan penuh keraguan lainnya. Maybe, karena struktur tubuh dan struktur wajahku yang masih imut menggemaskan (#apadeh) jadilah orang-orang ga percaya kalau aku akan atau sudah melakukan itu. Yah, dapat dilihat bahwa aku sering (bahkan selalu) diragukan oleh orang-orang. Nyahahaha..

Tapiiiii..........................
Pertanyaan-pertanyaan seperti itu jangan dijadikan beban pikiran karena pertanyaan bertingkat seperti ini tak akan ada habisnya. Habis ditanyakan kapan-lulus-kerja-nikah pasti dan always ditanyakan "KAPAN PUNYA MOMONGAN?" tar udah punya anak ditanya lagi, "KAPAN MAU NAMBAH MOMONGAN?... daaaaaaaaaaaaaaan seterusnya.
Mungkin kalo yang aku terima entar gini ya, "Kenapa pengen buru-buru punya anak? Emang udah bisa ngurus anak?". Hahahahaha.

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu juga jangan juga dijadikan landasan buat ngambek ke orang yang nanya. Pas ditanya gitu, jawabnya "apaan sih?" atau "mau tau banget sih?!". Justru inilah kesempatan emas kita minta didoakan agar hal hal yang belum tercapai segera tercapai..
Kapan lulus? | doakan yaa moga tahun ini bisa
Kapan kerja? | ini lagi nyari, doakan ya moga diberi yang terbaik
Kapan nikah? | doakan yaaa moga cepat dipertemukan dengan jodohnya
Naaaah kalo jawabnya gitu kan enak ya? Udah enak didenger, yang dengernya kemungkinan besar bakal jawab, "AAAAMIN" atau "INSYA ALLAH DIDOAKAN". Tuh kan malah dapet doa. Ingat! Ada 2 hal yang dapat merubah kehidupan kita, usaha dan doa. Usaha kita udah maksimal dan udah berdoa juga tapi belum ada perubahan, mungkin doa kita belum diterima oleh Tuhan karena numpuknya dosa. Bisa jadi justru doa dari ORANG-YANG-NANYA-NANYA-KAPAN itu yang dikabulkan oleh Allah, lumayan banget kan..
Bagaimana dengan pertanyaan "kenapa"? Nah ini lebih enak jawabnya. Kita bisa ucapkan apa saja yang ingin kita capai biar diaminin.
Kenapa buru-buru lulus? | Pengen buru-buru lebih membahagiakan orangtua
Kenapa buru-buru nyari kerja? | Pengen ngumpulin modal buat nikah
Kenapa buru-buru nikah? | Pengen segera menyempurnakan agamaku #eaaaa
Hahahahah tinggal nunggu orang bilang AAAAMIIIIN deh. Enak kan?

So, intinya............
Ga peduli ya orang mau nanya apa atau mau bilang apa, segala sesuatu yang ada tuh bisa kita lihat dari 2 sisi. Sisi negatif dan sisi positif. Mungkin sebagian orang ngerasa risih dan terbebani ketika ditanya seperti itu, itu kalau kita lihat dari sisi negatif (ih si penanya rese ah, ih si penanya kepo amat sih, ih si penanya ga tau gue udah berjuang keras masih aja ditanyain gitu, ih si penanya ga pengertian amat sih). Coba ganti sudut pandang, anggap itu bentuk perhatian mereka. Saat pikiran kita positif, kita bahkan bisa jadikan itu momen buat minta didoakan. Hehehe..

Minggu, 27 Juli 2014

Ramadhanku Dulu Begini, bagaimana Ramadhanmu?

Malam ini takbir berkumandang sejauh telingaku mampu mendengar.. Mungkin dia berkumandang di seluruh Indonesia, mungkin juga seluruh dunia. Entahlah, aku buta waktu..

Besok, hari raya idul fitri 1435 H. Ternyata sudah hampir 15 abad sejak Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah. Sudah lama juga ya? Berbicara tentang lama, aku jadi ingin bernostalgia sedikit dan membandingkan zamanku kecil dulu dengan zaman anak kecil sekarang..

Sahur
ZAMAN AKU KECIL DULU
Aku masih ingat sahurku ditemani acara berbobot yang aku lupa judulnya. Aku hanya ingat pembawa acaranya, Ulfa Dwiyanti dan Eko Patrio. Kenapa aku bilang berbobot?
1. Ada ceramah dan pengetahuan baru yang diberikan setiap harinya
2. Ada kuis berhadiah dengan pertanyaan berbobot (tentang sejarah, akidah, dll)
3. Ada penampilan dari grup nasyid
4. Ada kirim-kirim salam untuk menyambung silaturahmi dengan keluarga yang jauh

ZAMAN ANAK KECIL SEKARANG
Aku ga mau menjudge sebuah acara itu bermutu atau tidak ya, begitu-begitu juga hasil karya kreatif dari tim kreatif. Tapi jika dibandingkan dengan acara zamanku dulu, beberapa acara sahur saat ini menurutku kurang bermanfaat. Karena hanya mengajak penontonnya tertawa, menari, dan mengajarkan ejek mengejek. Yaaah itu menurut pandanganku yaaaaaa. Entah menurut yang lain bagaimana.

Subuh
ZAMAN AKU KECIL DULU
Aku akui, salah satu motivasiku dulu pergi ke masjid di saat shubuh melawan dinginnya angin yang bertiup adalah: ingin mencatat ceramah karena ini tugas sekolah. Meskipun kusadari niatku saat itu belum benar sepenuhnya, setidaknya aku dan teman-temanku datang sholat shubuh berjamaah, mendengarkan dengan seksama ceramah dari ustadznya (udah ngedengerin, dicatat pulaaaaa... beuh mantep, nempel nempel deh tuh ilmu agama), dan salam-salaman ma ibu-ibu pas bubaran..

ZAMAN ANAK KECIL SEKARANG
Aku ga tau ya di kampung lain gimana, tapi di kampungku, anak kecil shubuh ke masjid adalah kejadian langka. Entah karena mereka ga dapet tugas sekolah buat nyatet ceramah lagi, entah mereka sudah cukup "pintar" mencatat ceramahnya dari kumpulan ceramah di internet. Entahlaaaaaaaaaaah. Pokoke kemarin kemarin aku shubuh di masjid, isinya semuaaaaa orang tua :( Kemana kalian adik adik?

Setelah Subuh
ZAMAN AKU KECIL DULU
Salah satu hal yang bikin semangat untuk datang ke masjid di waktu shubuh adalah karena sepulang dari masjid, aku dan teman temanku dari berbagai pelosok RT jalan-jalan pagi. Biasanya tempat tujuan utama adalah SMK 1 Kuningan. Ugh tiap pagi sudut sekolah ramai dipenuhi anak-anak dan remaja. Ada yang bersepedah, main sepak bola, main basket, main bulu tangkis, dan main petasan.
Well, sesungguhnya hal hal di atas adalah yang sering aku lakukan juga. Jadi kalau dari masjid mau ke sekolah kebetulan melintas rumahku dulu, jadi biasanya aku mampir dulu ke rumah, taruh mukena, lalu ambil sepedah/bola/raket untuk bermain. Pengecualian untuk hari yang dijadwalkan main petasan, aku ga mampir dulu ke rumah, takut ketauan main petasan. Jadi, dari shubuh mula udah berbekal korek api. Hahahahahaha. #Pengakuan

ZAMAN ANAK KECIL SEKARANG
Aku berjalan menelusuri jalanan yang biasa kulakui saat aku kecil dan memandang jauh ke depan. Tak ada seorang anak kecilpun maupun remaja yang ku lihat. Ga ada gerombolan anak-anak berlarian sambil menenteng bola, ga ada anak-anak yang berlomba adu kecepatan menggoes sepedah, ga ada lagi perang petasan di jalanan (mungkin ini doang yang postifi, eh tapi jujur lhoo bermain petasan itu mengasah kreativitas, karena kita dituntut berkreasi bagaimana caranya agar bunyi petasan bisa lebih kencang daripada biasanya, bukan ledakannya yaaa hanya bunyinya).. Yang kutau, anak-anak kecil itu tidur lagi habis shubuh, barulah mereka bangun sebelum ke sekolah. Berbeda sekali bukan dengan zamanku? Subuh, berolahraga, lalu bersiap ke sekolah..

Di Sekolah
SKIP

Menjelang Sore
ZAMAN AKU KECIL DULU
Jadi, dulu, di dekat tempat tinggalku ada tempat yang dijadikan tempat berkumpul anak-anak SD SMP. Apa aja kegiatannya? Yaaah masuknya jam 2, jadi kalau datang sebelum jam 2 biasanya cewek2nya main bekel (bahasa indonesianya apa yaaa? Itu lhoo permainan dengan menggunakan 6 buah kerang dan 1 bola), bahkan sampai ada pertandingannya. Dan aku biasa dijadikan anak bawang, jadi tiap ada kesalahan dalam main, aku boleh mengulangnya. Hahahaha.
Jam 2 teng, guru ngajinya datang, dan kita tadarusan gantian, seorang 1 'ain. Biasanya semua udah kebagian baca pas Ashar, jadi abis Adzan Ashar kita sholat Ashar berjamaah,
Acara lanjutannya bervariasi, kadang kita lomba (kayak lomba cepat tepat ilmu agama islam), kadang jalan2 sore ke mana gitu bareng-bareng, kadang diisi ceramah, kadang langsung bubar. Intinya ngabuburit kita positif bangeeeeet deh..

ZAMAN ANAK KECIL SEKARANG
Sekali lagi aku ga menggeneralisasi semuanya ya, ini hanya berdasarkan pengamatan di daerahku. Kenyataannya, di sini sudah tidak ada lagi kegiatan seperti aku dulu, jadi anak-anak kecil menghabiskan waktu sore harinya di depan televisi, laptop, game, handphone, atau nongkrong di pinggir jalanan. Hmmmm.. inikah tanda-tanda kiamat semakin dekat? :(

Abis Buka dan Maghrib
ZAMAN AKU KECIL DULU
Okeee aku akui, aku agak bandel waktu kecil. Jadi, meski datang ke masjid, tapi niatnya bukan buat sholat tarawih, melainkan untuk ketemu temen-temen dan bermain bersama.
Apa saja kebandelanku dulu?
1. Selalu milih tempat sholat deket jendela. Kenapa?
Jadi, setelah 8 rakaat taraweh berakhir (di daerahku biasa 20, dam dari kecil aku udah tau bahwa 8 juga cukup, jadi lebih dari 8 aku manfaatkan untuk hal-hal lain), pas rakaat ke-9 pas orang-orang lagi sujud, aku dan teman2 akan keluar lewat jendela. Abis keluar, kita kemana? Kita lari sekencang mungkin ke warung yang terdekat (yang nyatanya jauuuh) untuk beli makanan kecil dan petasan (untuk bekal perang besok pagi). Setelah selesai belanja, kita berlari lagi sekencang mungkin, masuk lewat jendela, dan ikut tahiyat akhir. Dengan begini orang-orang tua yang sholat di depan kita ga tau bahwa kita menghilang selama sholat berlangsung (kalau ketauan suka dimarahin soalnyaaaaa).
2. Setelah makanan berhasil terbeli biasanya kita taburkan makanan itu di sejadah, jadi ketika sujud kita sambil makan makanan tersebut. Hahahaha. Kadang juga makanan di taruh di bawah sajadah, jadi pas sujud tangan secepat kilat ambil makanan di bawah sejadah dan menyuapi diri sendiri..
3. Setelah makanan abis dan waktu sholat masih panjang, biasanya aku jadi setan, atau teman2ku yg jadi setan dan aku korbannya. Maksudnya setan ini adalah kita menggoda teman2 kita yang lagi sholat supaya batal sholatnya.. Baru deh kita kembali khusu pas sholat witir dan doa penutup..
Namun, ada 1 hal yang ga pernah aku buat, yaitu buat keributan.. Kakek kakek dan nenek nenek di masjid itu galaknya luar biasa, jadi walau bandel kita ga ribut..

ZAMAN ANAK KECIL SEKARANG
Hmmmm no comment.. aku ga tau apa yang mereka lakukan karena pas aku ke masjid aku tak melihat mereka sama sekali..

Malam Lebaran
ZAMAN AKU KECIL DULU DAN ZAMAN ANAK KECIL SEKARANG
Satu hal mungkin yang belum berubah, masih banyak anak kecil yang begitu excited untuk takbiran di masjid dan pawai obor berkeliling sambil takbiran :) Semoga sampai kapanpun akan tetap seperti ini, bahkan bertambah..

Yaaaaa. Begitulah Ramadhanku dulu. Penuh kenangan dan kegiatan bermanfaat, dan entah kenapa kalau dibandingkan dengan anak kecil zaman sekarang, kok beda yaaaaaaa? Ada sedikit miris di hati.. Semoga semua akan baik baik saja yaaaaaa.. Takutnya kiamat makin dekat, aku belum punya bekal cukup di akhirat..

So, bagaimana dengan Ramadhanmu dulu?

Selasa, 19 Februari 2013

Generasi Instan

Istilah ini sering banget gue denger, tapi baru berkesan tadi siang ketika Dosen gue yang bicara panjang lebar tentang generasi instan. Apasih generasi instan itu? Siapa yang tau? Cung hand!! Jadi, kata Dosen gue tersayang, generasi instan itu orang-orang yang segala sesuatunya pengen yang instan. Awalnya gue pikir generasi instan itu pemakan mie instan (bisa juga sih, kan instan juga yaaa?), tapi ternyata lebih kompleks dari itu.

Kalau angkatan gue disebut generasi instan, angkatan setelah gue namanya apa ya? Generasi fastfood? -_- Okeh! Balik ke topik! Ceritanya gini kenapa kita-kita yang kece dan belia gini disebut generasi instan. Alkisah, pada zaman dahulu hiduplah orang-orang yang seluruh jiwa dan raganya didedikasikan untuk kemaslahatan umat, tidak seperti orang-orang di zaman modern yang segala sesuatunya dibuat simpel dan instan tanpa memikirkan akibatnya bagi yang lain. Betulkah begitu? Kita tanya Galileo. (terus gue ke bandara, ke luar negeri, ke kuburan Galileo, terus minta wangsit, terus gue bilang WOW, -skip)

Kamis, 03 Januari 2013

Kirain Uang Palsu

Capturedby: Shofiatu R.S.
Well, cerita ini berawal dari perhitungan uang taun baru (ciee yang dapat anpao). Jadi gue dapat sekian ratus ribu rupiah, terus pas lagi itung2 ada 2 lembar uang yang diberi oleh orang yang sama berbeda dari uang ratusan ribu rupiah yang lainnya. Gue kaget lah, dan langsung neting "Jangan-jangan ini duit palsu???!!!". Lihat aja perbedaan-perbedaan mencolok dari kedua urang di atas, berbeda sekali bukan? Gue aja shock liatnya, ampe mau nangis darah gara-gara bakal kehilangan 200rebu (gue masi berpikiran ini uang palsu). Untung gue ga gegabah dan langsung buang itu duit, gue minta duit seratus rebu temen2 sekosan, dan gue bandingin. Awalnya sempet bingung, karena duit dari L sama kayak gambar di atas, tapi duit dari N malah sama kayak duit yang di bawah. Kemudian liat tahun penerbitan, dan ternyata hahahahahaha. Kesimpulannya: Desain uangnya berubah sejak tahun 2011. Karena penasaran akhirnya gue mencari tahu dan di dapatlah info di bawah ini

Minggu, 18 November 2012

Hei Kamu Cowok, Mengalah Donk!

Hei Kamu Cowok, Mengalah Donk!
Kalimat di atas yang pertama kali muncul di benakku ketika aku melihat seorang ibu tua bersama ibu muda yang menggendong kedua anaknya naik ke atas bus. Di sampingku duduk seorang laki-laki muda, sekitar 20 tahunan. Saat itu, bus sudah penuh, sehingga kedua ibu tersebut harus berdiri. Saat itulah terbersit kata-kata tersebut untuk laki-laki yang duduk di sampingku. Dia malah memejamkan mata dan asyik tidur setelah melihat kedua ibu tersebut bergantungan di tengah-tengah bus. Beginilah keadaan bus saat itu