Categories

Tampilkan postingan dengan label Cerita: Based on True Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita: Based on True Story. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juli 2016

As Sweet As Gelato


Hari ini aku habis makan gelato untuk kedua kalinya seumur hidup (ciee jomblo malam mingguannya di luar, makan gelato, bikin macet #ehh). Hahahaha. Terakhir kali makan gelato hmmm 3-4 tahun lalu. Banyak yang anggap gelato ini eskrim, tidak sepenuhnya salah sih, di italia eksrim namanya gelato, but mereka sedikit berbeda.

Apa bedanya?
Cara bikin ~ gelato diaduk dengan kecepatan sedang, eskrim dengan kecepatan cepat yang menyebabkan eksrim mengandung banyak udara, inilah penyebab tekstur gelato lebih padat.
Komposisi ~ gelato menggunakan susu lebih banyak dengan kandungan lemak sedikit, eksrim menggunakan krim (kepala susu, not susu) dengan kandungan lemak lebih banyak, that why gelato lebih lembut.
Suhu penyajian ~ gelato disajikan pada suhu lebih tinggi dibandingkan eksrim, hal ini menjadikan gelato lebih mudah mencair.

Kembali ke topik (ini menyimpang jauh bangeeeeet malah bahas perbedaan gelato dan eskrim). So, apa yang terjadi? Kenapa as sweet as gelato?

Jadi cerita awalnya bisa dilihat di sini, dimana saat ini aku agak kesusahan untuk mempercayai siapapun (di luar keluargaku tercinta) hahah hahaha. 

Terus entah kapan ya aku iseng ngajakin temen (sebut saja dia Bunga) makan gelato, dan dia berjanji menemaniku makan gelato. Well aku tidak berharap banyak sih. Tapi ternyata temanku beneran datang dari jauh, macet2an, hujan2an, pake adegan nyasar segala, buat nemenin makan gelato. Apa yang sweet as gelato? When you do something to fulfill ur promise di tengah krisis wacana yang melanda negeri. Membayangkan jalanan pulang dan perginya saja aku males (dan mules), dan dia menjalaninya, aku jadi terharu #uhuk. Hahahaha. 

Well, leh uga, setidaknya mungkin memang masih ada orang-orang yang bisa dipercaya.

So, terimakasih untuk pemenuhan janjinya 😊



Selasa, 14 Juni 2016

Dan detik pun terhenti, kala itu........

Shofiatu Rahmah Sugis's Watch

Ya, ini gambar jam tanganku. Sudah 2 hari mati, dan aku sedih. Memang bukan jam mahal, tapi aku membelinya sekitar 5 tahun lalu dengan fee pertamaku sebagai freelance di suatu perusahaan, jadi menurutku ini barang yang cukup berharga dan bersejarah. Dari garis dan lecet yang ada pasti sudah tergambarkan apa saja yang sudah dilaluinya bersamaku.

Dia, menempel di bangku kuliah saat ku tidur, bergesekan dengan orang-orang saat naik angkot keliling bogor, menemaniku menjalankan tugas saat bekerja, bersinggungan dengan laptop saat mengerjakan skripsi, ikut terombang ambil di lautan maupun wahana permainan, berendam bersamaku di berbagai pantai, turut bersuci dan bersujud kepadaNya, kokoh di tanganku saat mencari-cari kerja, menunjukkan waktu kerja saat sudah bekerja, dan masih banyak kenanganku bersamanya. Bisa dikatakan, dia saksi hidupku, walau 5 tahun bisa dibilang masih sebentar.

Selama 5 tahun pun dia tak pernah bermasalah, hanya 1 kali ganti batu baterai, dan akan jadi yang kedua kelak saat ku ada waktu menggantinya.

Untung masih jam ku yang berhenti berdetak.
Bagaimana jika jantungku?
Bagaimana jika waktuku?
Dan detik pun terhenti, kala itu sudah siapkah aku?

Sabtu, 28 September 2013

Prasangka Orang Indonesia

Jadi, orang Indonesia itu. . . .
Kalau bilang belum belajar di malam ujian, disebut JEBAKAN
Kalau baik dikit, disebut MODUS
Kalau tanya kabar, disebut KEPO
Kalau pakai kata-kata puitis, disebut GALAU
Kalau bertindak heboh penuh energi, disebut LEBAY
Kalau penampilan
nyentrik dikit, disebut ALAY
Kalau bilang "halo june, be nice to me", disebut MAINSTREAM
Kalau baik-baik sama mantan, disebut CLBK
Kalau berkata manis dikit, disebut GOMBAL
Kalau orang berendah hati, disebut MERENDAH UNTUK MEROKET
dan masih banyak prasangka lainnya, ada yang mau menambahkan? :D


----------------------------------------------------------------------------------------------------