Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juli 2016

As Sweet As Gelato


Hari ini aku habis makan gelato untuk kedua kalinya seumur hidup (ciee jomblo malam mingguannya di luar, makan gelato, bikin macet #ehh). Hahahaha. Terakhir kali makan gelato hmmm 3-4 tahun lalu. Banyak yang anggap gelato ini eskrim, tidak sepenuhnya salah sih, di italia eksrim namanya gelato, but mereka sedikit berbeda.

Apa bedanya?
Cara bikin ~ gelato diaduk dengan kecepatan sedang, eskrim dengan kecepatan cepat yang menyebabkan eksrim mengandung banyak udara, inilah penyebab tekstur gelato lebih padat.
Komposisi ~ gelato menggunakan susu lebih banyak dengan kandungan lemak sedikit, eksrim menggunakan krim (kepala susu, not susu) dengan kandungan lemak lebih banyak, that why gelato lebih lembut.
Suhu penyajian ~ gelato disajikan pada suhu lebih tinggi dibandingkan eksrim, hal ini menjadikan gelato lebih mudah mencair.

Kembali ke topik (ini menyimpang jauh bangeeeeet malah bahas perbedaan gelato dan eskrim). So, apa yang terjadi? Kenapa as sweet as gelato?

Jadi cerita awalnya bisa dilihat di sini, dimana saat ini aku agak kesusahan untuk mempercayai siapapun (di luar keluargaku tercinta) hahah hahaha. 

Terus entah kapan ya aku iseng ngajakin temen (sebut saja dia Bunga) makan gelato, dan dia berjanji menemaniku makan gelato. Well aku tidak berharap banyak sih. Tapi ternyata temanku beneran datang dari jauh, macet2an, hujan2an, pake adegan nyasar segala, buat nemenin makan gelato. Apa yang sweet as gelato? When you do something to fulfill ur promise di tengah krisis wacana yang melanda negeri. Membayangkan jalanan pulang dan perginya saja aku males (dan mules), dan dia menjalaninya, aku jadi terharu #uhuk. Hahahaha. 

Well, leh uga, setidaknya mungkin memang masih ada orang-orang yang bisa dipercaya.

So, terimakasih untuk pemenuhan janjinya 😊



Selasa, 14 Juni 2016

Dan detik pun terhenti, kala itu........

Shofiatu Rahmah Sugis's Watch

Ya, ini gambar jam tanganku. Sudah 2 hari mati, dan aku sedih. Memang bukan jam mahal, tapi aku membelinya sekitar 5 tahun lalu dengan fee pertamaku sebagai freelance di suatu perusahaan, jadi menurutku ini barang yang cukup berharga dan bersejarah. Dari garis dan lecet yang ada pasti sudah tergambarkan apa saja yang sudah dilaluinya bersamaku.

Dia, menempel di bangku kuliah saat ku tidur, bergesekan dengan orang-orang saat naik angkot keliling bogor, menemaniku menjalankan tugas saat bekerja, bersinggungan dengan laptop saat mengerjakan skripsi, ikut terombang ambil di lautan maupun wahana permainan, berendam bersamaku di berbagai pantai, turut bersuci dan bersujud kepadaNya, kokoh di tanganku saat mencari-cari kerja, menunjukkan waktu kerja saat sudah bekerja, dan masih banyak kenanganku bersamanya. Bisa dikatakan, dia saksi hidupku, walau 5 tahun bisa dibilang masih sebentar.

Selama 5 tahun pun dia tak pernah bermasalah, hanya 1 kali ganti batu baterai, dan akan jadi yang kedua kelak saat ku ada waktu menggantinya.

Untung masih jam ku yang berhenti berdetak.
Bagaimana jika jantungku?
Bagaimana jika waktuku?
Dan detik pun terhenti, kala itu sudah siapkah aku?

Minggu, 05 April 2015

yang Pernah Tinggal dan Tetap Tinggal

Hello my dear blog.. Long time no see you :) Well well well, I have something to tell yaaa.

Last Week I met my high school class mates, named Bakteri (here we are.. see the pict below). And when we laughed together, suddenly this sentence appeared in my head. I'm pretty sure that most of you know this sentence: kita pernah sedekat nadi sebelum kita sejauh mentari. Then "the-flashback-of-my-past-memories-about-friendship-and-relationship" happened.


And today I met my gank at management class mates, Hedon. You know what? "the-flashback-of-my-past-memories-about-friendship-and-relationship" happened AGAIN.


So, I want to classified all of my friends (ex-friends) into two categories. The first one is "yang pernah tinggal" and the other is "yang tetap tinggal

YANG PERNAH TINGGAL
1. TEMEN TK
Aku bahkan tak ingat siapa saja teman sekelasku, mungkin beberapa yang lanjut di SD yang sama, masih kuingat. Lainnya? No..

2. TEMAN SD/MADRASAH/MASJID
Yaaah di masa ini aku punya teman-teman di SD se-kuningan bahkan se-jawabarat, di madrasah tempatku ngaji, di lingkungan rumah, dan kakak-kakak di masjid tempat aku biasa sholat maghrib dan isya berjamaah ngikutin babeh. Aku ingat berapa jumlah teman sekelasku di SD selama 6 tahun beserta namanya, aku ingat ngapain aja dan sama siapa aja di madrasah selama 5 taun, aku ingat betapa berandalnya aku dan teman-teman di masjid (suka bikin ribut kalau bapak-bapak dan ibu-ibu lagi sholat). Satu hal yang terjadi pada mereka semua: Aku sama sekali tidak tahu kabar mereka, kita sudah tidak pernah berkomunikasi sama sekali. Mungkin mereka bahkan sudah melupakanku. Hahaha.

3. TEMAN SMP
Anak-anak 7C, 8A, 9G
Anak-anak regu penggalang sakura, kwartir cabang Kuningan
Anak-anak SSC (softball student club)
Anak-anak P2KS OSN ITB
Anak-anak BKC (bandung karate club)
Anak-anak OSIS
Anak-anak geng lemper (yang tiap hari jajan lemper)
Anak-anak geng game online (lyto lovers)
Apa kabar mereka? Aku tak tahu. Ada beberapa yang temenan di facebook. But, ga pernah tegur sapa, padahal dulu yaaa pernah tidur bersama seatap/setenda, pernah belajar bersama dari subuh sampai tengah malam selama berminggu-minggu, pernah menjelajahi pedalaman bersama serta suka duka dibagi bersama, dan pernah pernah lainnya. Sekarang? Jangankan untuk melakukan suatu hal bersama, ucapan "hai" saja susah dan takut dicuekin.

4. TEMEN SMA
Di SMA aku jadi anak cupu. Temenannya cuma sama yang udah pernah dikenal di SMP saja. Temenannya cuma sama anak-anak debat politik, olimpiade astronomi, smanda sastra, fisika club di sekolah. Temenannya cuma sama anak-anak SLB Kuningan. Temennya cuma sama anak les b.inggris Pak Harno. Di luar itu aku ga kenal. Cupu dan Kuper. Sekarang mereka kemana? Sudah jadi apa? Aku tak tahu :( Kita tak pernah dipertemukan, dan mungkin kalau dipertemukan pun akan saling mengabaikan (?).

5. TEMEN KULIAH
Di Asrama (khusus untuk mahasiswa tingkat pertama) ada temen-temen selorong yang selama setaun menghadapi suka duka hidup di asrama mulai dari apel pagi, gathering lorong, piket, nagihin uang kas, rebutan air galon, antri kamar mandi, rebutan tempat cuci dan jemur, dan masih banyak kenangan-kenangan indah lainnya. Nama lorong kami lorong bintang, nama asrama kami A2 - Angkasa (anggun dan perkasa).

Di TPB tergabunglah anak-anak dalam berbagai jurusan di kelas kecil kami yaitu B25 dengan nama keren Bedu n Fani, dan tetangga kelas kami B26. Masa-masa suffering karena adaptasi dari SMA ke Kuliah kita hadepin sama-sama, terus pas latian lomba senam subuh-pagi-siang-sore-malam sampai kita dapat juara 3, pas praktikum, pas contek-contekan laporan, dan lainnya.

Di kelas sesuai program studi, manajemen 47. Kurang lebih 3 taun. Too much memories, i couldn't write it here. Haha. Pokoke mulai dari ospek, makrab, jadi panitia acara kelas, belajar, praktikum, ujian, jualan, ngedanus, berantem, jalan-jalan, perpisahan, dll.

Organisasi-organisasi kampus. Kumpulan ketua lorong, klub asrama cybertron, ukm century, ukm aikido, bem fem, lembaga kemahasiswaan SES-C, omda himarika, dll. Dimana kita stress bareng saat yang terjadi jauh dari target, dimana kita lembur ampe dini hari dan mesti kumpul lagi subuhnya, dimana kita belajar untuk punya soft skill yang dipercayai hanya akan didapat kalau berorganisasi, dimana dimana dimanaaaaaa lainnya.

Kamu tau my blog, apa yang terjadi dengan teman-teman kampusku itu kalau kita bertemu? Well, tindakan paling jauh adalah bertanya "apa kabar? sibuk apa sekarang?".



YANG TETAP TINGGAL
1. A2RS (Amalia Anggi Revita Shofi)
Kita dipertemukan oleh lokasi tempat tinggal yang saling berdekatan. Kalau aku ga salah inget (berarti bener), hingga taun 2015 kita sudah sahabatan selama 15 taun. Kita sahabat yang unik. Bersama-sama hingga aku lulus SMA. Ga saling follow twitter, ga temenan facebook, ga punya pin bb atau id line, ga punya nomor hape yang masih aktif, dan ketemu paling kalau semua liburan panjang. Tapi kalau ketemu, bisa segala sesuatu yang dipendam selama ga ketemu keluar semua. Jadi kalau acara nginep tuh bukan nginep buat tidur, tapi cerita dan bikin keributan dengan nyanyi2 ga jelas diiringi gitar yang dipetik sembarangan karena kita berempat ga ada yang bisa main gitar. Ini foto waktu kita bertiga ngumpul, how sad, ga ada revita :(

2. Bakteri (Barudak Aksel Kelas Teri: Annisa, Arief, Dini, Fauzi, Iis, Nur, Prima, Shofi)
Yap kelas akselerasi beranggotakan 8 orang dan ditempatkan di kelas yang kecil (kita sebut itu kelas teri) berjuang bersama-sama melalui fase dimana orang-orang anggep "susah" padahal "asyik". Orang-orang mikir sekolah cuma 2 taun berarti bakal sibuk pake banget. Nyatanya gurunya pengertian, ga mau merenggut masa muda kita, jadi pelajaran2 yang ga penting ya diloncat. Jadi kami bukan kelas percepatan, tapi perloncatan. Hahaha. Sisanya? Kami main game pake lan, nonton bareng pake infocus inventaris kelas, jalan-jalan, nginep bareng, foto-foto, bakar-bakar, dan masih banyak yang lainnya. Beruntungnya zaman sekarang ada media sosial, sehingga komunikasi kita tetap jalan. Walau obrolan di grup suka ga jelas. Mulai dari mules, belum mandi, kelaperan, lagi sensi, patah hati, bangga jadi php, ga bisa kove on, dan obrolan absurd lainnya. Mungkin kalau diitung, kira-kira udah hampir 7 taun kita sahabatan. Ini foto waktu berbuka bersama dan menginap bersama taun lalu.


3. Elmo 263 (Elok Lia Maya Ofi di kamar 263)
Yeaaaah inilah temen-temen sekamar 263 waktu di asrama. Makan bareng, tidur bareng, begadang bareng, curhat bareng, tulis impian bareng, jalan-jalan bareng, nangis bareng, ketawa bareng, kelaperan bareng, dan bareng bareng lainnya. Okeee aju akui sejak pindah ke kosan masing-masing, kita jarang sekali ketemu dan kontak2an, tapi kalau sekalinya ketemu semua rahasia yang dirahasiakan ke orang-orang sekitar tentang diri kita, keluar begitu saja. Hahaha. Ini foto waktu syukuran sidang aku. Kita makan-makan malam-malam bareng-bareng. Hehe. Mau itung taun? Yaaaah sudah 5 taunan lah kita sahabatan.

4. The Yuni Kost (anak-anak kosan teh yuni: Liseu, Muth, Neneng, Shofi)
Kosan kita ga punya nama, karena anak ibu kosannya yang selalu ngurusin kita namanya teh yuni, jadi kita panggil diri kita anak-anak the yuni kost. Yah kita baru tinggal serumah taun 2011an, tapi udah kenal sejak 2010an, berarti udah 5taunan kita sahabatan. Yah namanya tinggal serumah yaaa selama 3 taun, otomatis jelek-jeleknya kita udah pada tau semua. Tempat dimana kita merasa seperti di rumah, dan tempat dimana kita merasa nyaman jadi diri sendiri. Ga ada tuh namanya jaim2an. Dan kalau urusan curhat, everyday pasti ada aja yang diceritain. Kebanyakan sih hal ga penting, tapi I don't know why, suka aja ceritain or dengerinnya. Hahahaha. Ini foto waktu aku wisuda. So sweet banget mereka nungguin depan pintu keluar. Hehehe. Walau ga punya pendamping wisuda, yaah ada mereka lah.


5. Geng Hedon (Adheng, Ali, Chacha, Cindew, Edwin, Liseu, Nadya, Sanjoyo, Shofi, Rizky)
Sejarah gank ini terbentuk di bulan April 2012 saat kami anak-anak kurang populer memutuskan untuk jalan-jalan ke dufan. Eh berkelanjutan ke acara belajar bareng tiap mau ujian. Saat ada tugas kelompok pun kami selalu berkelompok. Dan begitu seterusnya hingga tanpa sadar terciptalah gank ini. Pemberian namanya bukan gara2 kita anak-anak hedon, ini gara2 kita berencana berlibur hemat, namun salah satu anggota kita kebablasan belanja segala macem, sehingga kita juluki dia nenek hedon. Finally, temen-temen sekelas manggil kita geng hedon, dan otomatis kita menyebut kita geng hedon (walau kenyataannya kita selalu mencari yang hemat saat kemanapun-kapanpum). Hahahaha. Satu hal yang pasti, kita semua ahli WACANA. Kita punya program namanya HERAN (Hedon Liburan), sejak firaun naik unta sampai firaun naik mobil terbang ga pernah RENCANA (yang akhirnya menjadi WACANA) ini terwujud. Kejadian terdekat adalah rencana mau ke Tidung tanggal 3-4-5 April 2015, kenyataannya pada tanggal 1 semua membatalkan rencana. Hahahaha. Dan kita merencanakan nanti liburan tanggal 1-2-3 Mei 2015. Let's see, apakah akan terwujud? Well bagaimanapun mereka, seWACANA apapun mereka, sePHP apapun mereka, I Love Them :)


6. TrioBD (Mba Nindya, Mba Kikit, Mba Shofi)
Yah kami tidak pernah secara resmi menamakan kedekatan kami (ini aku iseng-iseng namain gini). Pertama kali aku ketemu mereka pas di MessyMess, salah satu Mess milik perusahaanku. Kalau ga salah inget yaaa, hmmmm tanggal 30 Juni 2014. Kita bisa dekat karena training bareng2 as Business Development at PT. Paragon Technology and Innovation. Cuma 2 minggu lhooo kita training di HO langsung di-OJT-kan ke berbagao daerah, dan sejak itu pertemuan kita kalau ada event2 nasional aja. Walah jarang sekali bertemu (Mba Nin di Surabaya, Mba Kit di Makassar aku di Bogor), tapi komunikasi kita cukup intens, apalagi tentang kerjaan. Mungkin gara2 kits merasa satu nasib yaaa. Anak baru yang langsung dikasi tanggung jawab cukup besar yakni handle beberapa daerah beserta ratusan tim yang ada disana. Fiyuuuh. Lagian kan ga mungkin kita ngomongin masalah kerjaan ke luar. So, sharing-sharingnya antara kita aja. Hehehe. Dari sanalah merambat ke sharing2 masalah lain, dan finally till today, kalau kita bertiga udah ketemu, kita tak terpisahkan.



Yaaaaks itulah sebagian kecil orang-orang yang pernah tinggal dan tetap tinggal dalam hidupku... Hehehe... Sebenernya kalau secara individual lebih banyak lagi, namun karena temanya kelompok/gank jadi yang kumasukkan yang kelompok-kelompok saja..

Kepada yang pernah tinggal dan sekarang entah dimana, kita pernah sedekat nadi sebelum sejauh mentari, mana-masa saat kita masih bersama menjadi kenangan dan pelajaran tersendiri bagiku, terimakasih untuk itu :)

Kepada yang tetap tinggal, saya tahu di setiap pertemuan ada perpisahan, mari kita manfaatkan manfaatkan waktu kebersamaan kita saat ini :)

Yang datang akan pergi
Yang bersama akan berpisah
Yang hidup akan mati
Yang bisa kita lakukan adalah, menjalani semuanya sebaik mungkin :)




Sabtu, 30 Agustus 2014

Malam Minggu Jomblo

Siapa bilang jomblo ga bisa malam mingguan? Gue jomblo, dan gue bisa malam mingguan (heloooooo siapa elo? *ngaca) hahaha.

Sebenernya malam minggu itu apa sih? Dan apa kaitannya ama jomblo? Yaaa malam minggu itu malam hari sebelum hari minggu (yaelaaaaah semua orang juga tahu kaliii -.-). Dan ga ada kaitanya sama sekali sama jomblo. Karena malam minggu adalah hak setiap orang. Hohoho.

Tapi yaaa gitu deh, orang-orang anggep malam minggu itu buat pacaran, makanya suka dianalogikan bahwa malam minggu itu malam paling menyengsarakan bagi yang ga punya pacar alias jomblo.

Tapi, sorry ga berlaku buat gue. Walau sendirian, tampak kayak ga punya teman, tampak kaya ga punya pacar (emang ga punya sih), gue tetap bisa menikmati malam minggu gue.. Hoho..

Jadi, ngapain aja gue di malam ini?

1. Nonton Guardian of The Galaxy SENDIRIAN

Filmnya bercerita tentang sekelompok orang yang awalnya saling ga kenal kemudian temenan dan menyelamatkan dunia. Inti ceritanya sih itu. Film ini cukup menarik dan bikin ketawa. Adegan tegang dan sedihnya doang yang kurang. Padahal biasanya gue kalo nonton, terus tokoh baiknya ada yang mati suka ikutan nangis, ini engga. Tapi ga terlalu mengecewakan kok. Ini seru dan recommended deeh! Dan gue menanti Guardian of The Galaxy II nyaa hohoho..

Dan sesungguhnya gue nonton juga ga sendirian sih. Banyak orang ga dikenal juga nonton di satu bioskop. Hahahhaahaha.

2. Lihat-lihat
Acara malam minggu selanjutnya adalah lihat-lihat. Ya lihat-lihat apa ajalah yang ada di sekitar. Berhubung gue tadi beli setrika travel yang kecil yang cuma ada di toko tertentu, eh pas lirik kanan lirik kiri banyak benda-benda yang bikin pengen banget buruan punya rumah terus dekor-dekor tu rumah dengan benda-benda ini.

Ga ada yang larang kalo liat-liat doang, walau ga beli. Dan ga ada yang larang buat foto-foto, walau ujung-ujungnya juga ga beli. Haha. Mungkin nanti ya. Sekarang lihat-lihat dulu, foto-foto dulu, itung-itung milih dan membandingkan mana yang mau dibeli kelak #tsaaaaah hahahaha.

Dan inilah hasil jepretan gue selama ngenvy di toko itu...


3. Makan-makan
Setelah lelah berkeliling-keliling toko melihat benda masa depan, saatnya gue makan.

Yaaah dapat dilihat dari pesanan menu di atas bahwa cuma ada 1 porsi. Yaaaa benar. Gue makan sendirian. Hiks hiks. Jujur, makan sendirian ga ada salahnua, karena lu jadi bebas milih mau makan dimana aja dan makan apa aja. Coba kalo bareng temen, kadang ada kan beda beda dikit pendapat tentang tempat makan yang mau dikunjungi. Tapi jujur aje, makan bersama itu lebih nikmat daripada makan sendirian. Ga ada obrolan, ga ada tawa, ga ada senda gurau. Yang ada cuma lu menatap piring dan menghabiskan makanan. Udah. Gitu doang. Hahahaha.

But, actually, it's not really a bad thing :)

4. Nongkrong di Pasar Malam
Yeaaaah berawal dari salah keluar pintu mall, berakhir di jalan raya ga di kenal yang penuh dengan orang yang nongkrong beserta ratusan penjual kaki lima yang berbaris rapih di kedua sisi jalan kecil (jadi di samping jalan gede, ada pembatas yang misahin dengan jalanan kecil yang cuma muat 1 mobil. jalan kecil inilah yang dipake penjual kaki lima buat nongkrong, di kedua sisinya, dan di tengah-pinggir nya duduk lesehan para pembeli). Berbagai jenis makanan dan jajanan ada disini. Mau dari jajanan yang emang udah tersohor, sampai jajanan yang gue baru liat. Gue rekomendasiin deh ni tempat buat anak muda di daerah bogor kalau mau nongkrong. Sensasinya beda ama lu nongkrong di cafe. Kalau mau datang, silakan datang malam minggu ke jalan menuju bojong gede, pas banget depan Cibinong City Mall. Yaaaah gue sendirian asyik asyik aja, gimana kalau rame-rame woooo makin asyik pastinyaaa :D


Yah beginilah kelakuan jomblo bernama Shofi ini. Kalau ga inget besok masuk kerja, mungkin sudah melakukan hal-hal lainnya. Hahahahaha. Intinya yah, malam minggu itu hak setiap orang. So, nikmatin aja dengan caramu sendiri :)

Selasa, 08 April 2014

Yuk Golput!



Yuk Golput!
Inilah ajakan saya untuk teman-teman semua :)
Golput (golongan putih) adalah sebutan bagi sekelompok orang/suatu tindakan untuk tidak memilih apa-apa atau memilih dengan benar (karena yang memilih semua caleg dan mencoblos semuanya masih dianggap golput). Ajakan ini didasari karena hampir semua teman yang saya tanya mengenai PEMILU 9 APRIL 2014 ini dengan enteng menjawab, "mau golput aja ah". Tentu saja keengganan memilih ini didukung oleh beberapa alasan. Ya udah, seperti layaknya para caleg yang mempengaruhi masyarakat untuk ikut PEMILU dan memilihnya, maka sekarang saya akan mempengaruhi anda untuk golput. Hahahaha.

So, kenapa kita harus golput?

Alasan pertama yang bagus untuk golput terutama bagi para mahasiswa adalah "malas pulang kampung", yah walaupun sesungguhnya mereka ga perlu pulang kampung, karena sebagian besar kampus bahkan kelurahan setempat sudah menyediakan layanan agar mereka terdaftar sebagai pemilih. Bahkan kalau ga daftar jauh-jauh hari sebelum PEMILU, sesungguhnya bisa mendaftar on-the-spot dengan menunjukkan KTP.

Setelah dipikir-pikir, alasan pertama tidak begitu kuat yah pemirsa. KPU sudah berusaha begitu keras agar dimanapun kita, dengan keadaan bagaimanapun kita, fasilitas dan kemudahan memilih telah disediakan. Teman-teman saya yang di luar negeri aja pada nyoblos disana, dengan notabenenya kampung halaman mereka lebih jauh dari kita. So, mari kita coret alasan "malas pulang kampung". Hufft, mari kita pikirkan alasan lain agar kita semakin yakin untuk golput. Apa ya kira-kira? Hmmm.. *mikir keras*

Alasan kedua, yang sebenarnya agak ga enak didengar oleh siapapun ya "males pergi ke TPS". Oke, mari kita gunakan alasan ini untuk golput. Kita ga usah peduliin kata orang-orang yang mikir kalau kita pemalas, emang kenyataannya gitu. Sampai-sampai pergi melangkah beberapa meter aja kita males. Hahahahaha. (buat temen2 yang baca ini, saya yakin lagi ada di daerah yang bisa disebut perkotaan, yang di tiap kelurahannya terdapat beberapa TPS, jadi cuma butuh melangkah beberapa meter.. soalnya buat temen2 yang di kampung, ga perlu baca ini, mereka sudah menetapkan hari untuk memilih, walaupun harus menempuh jarak berkilo-kilo meter berjalan kaki. Hal ini dibuktikan dari PEMILU sebelumnya, tingkat golput di kampung-kampung lebih rendah dari di kota-kota). Jadi, meskipun orang bermalas-malasan itu tidak baik, mari kita tetap golput! Hidup golput!

Yosh! Alasan kedua bisa dipakai buat golput walau kurang kuat. Mari kita pikirkan alasan lain yang lebih kuat. AHA! Saya tahu! Alasan yang kuat yang bisa mendukung kita semua untuk golput, "tidak ada waktu". Memilih butuh waktu, dan kita tidak ada waktu untuk itu, walaupun sesungguhnya kita diliburkan pada hari itu, tapi kan kegiatan kita ga cuma kuliah/kerja kan ya? Kita masih punya segudang aktivitas yang lebih penting daripada pergi ke TPS dan memilih. Jadi, tak apalah ya duit kita (duit rakyat) dipake beli kertas pemilu, tapi gak kita pake malah dibuang. Tak apa juga lah tinta-tinta dan logistik lainnya yang dibeli pake duit kita gak kita manfaatkan sedikitpun. Kita kan warga yang baik, iya toh? Memberi duit tidak mengharapkan manfaat dari duit yang kita kasih :) Anggap aja sedekah, walaupun sedekahnya mubadzir, karena kertas yang udah disediain buat kita, gak kita pake, ya dibuang. Rapopo.. Rapopo.. Toh waktu adalah uang kan? Jadi ketidakadaan waktu kita untuk memilih, tidak masalah, toh kita udah bayar, gantiin waktu kita pake uang yang tadi saya sebutkan. Sekedar info doang sih, katanya dana yang dipakai buat pemilu 16 triliun. Ada duit kitanya tuh seberapa persen. Info doang.

Akhirnya kita sudah punya 2 alasan nih untuk golput. Tapi, kayaknya masih kurang. Apa ya? Apa ya? Kita butuh lebih banyak alasan untuk bisa golput dengan tenang. Ehm, sepertinya saya tahu, yaitu "kita tidak mengenal calon yang kita pilih, takut salah pilih". Yeah, walaupun kita orang berpendidikan, tapi belum menjamin kita bisa jadi pemilih cerdas kan? Hehehe. Pemilih cerdas itu adalah pemilih yang mencari informasi mengenai apa yang akan dipilih, lalu mempertimbangkan informasi tersebut dalam menentukan pilihannya. Kalau pemilih cerdas sih, maka tidak perlu takut salah pilih. Yah, kita mah jangankan untuk buka internet buat cari info dan jadi pemilih cerdas, untuk pergi ke TPS aja males kan? Jadi, alasan "takut salah pilih" walau tidak masuk akal, mari kita tanamkan pada pikiran kita dalam-dalam.

Alasan... Alasan.. Saya kok masih belum puas ya sama alasan-alasan "males ke tps, ga ada waktu, dan takut salah milih"? Mungkin harus cari alasan lain yang lebih kuat? AHHHHH!!! I found it! "memilih itu hak, suka-suka dong mau pilih atau tidak". Yeah! Tidak ada yang berani lawan kan kalau udah berurusan sama istilah Hak Asasi Manusia? Benar! Memilih itu hak, jadi ya gak milih juga gak papa. Btw, ngomong-ngomong soal hak, ada orang yang bilang gini sama saya "Aku dididik sama orangtuaku untuk tidak golput, walaupun aku tidak mengenal calonnya siapa, yang penting aku milih. Kalau yang aku pilih benar, ya aku bersyukur, aku bisa turut membangun bangsa, bahkan berhak untuk meminta bantuannya, karena aku yang memilihnya. Kalau yang aku pilih salah, ya aku harus terima karena tidak jadi pemilih yang cerdas, tapi aku punya hak untuk marah dan menuntutnya, karena aku juga yang memilihnya, dan aku yakin dia akan dapat balasan karena sudah mendzolimi kepercayaanku". BETUL SEKALI, kita berhak golput, berhak untuk tidak memilih, tapi dengan begitu kita juga akan kehilangan hak untuk meminta maupun menuntut "pemimpin" tersebut. (Iyeee apa hak lu nuntut gue? milih gue aja kagak. *ini kata pemimpin itu kalau kita ga milih*). Rapopo yeee?

Sepertinya alasan HAM sudah cukup kuat nih, jadi cukup deh nyari-nyari alasan pendukung lainnya.
Yuk golput!

Hahaha, kidding :)
Saya pribadi gak akan golput kok, saya sudah terdaftar jadi pemilih dan menetapkan pilihan. Lagian saya gak mau dicap sebagai orang malas, saya juga gak mau duit saya terbuang percuma, dan saya juga gak mau kehilangan hak untuk menuntut hak saya sama pemimpin saya kelak. Hehehehe.

Jumat, 21 Maret 2014

21st March: Reparasi Koper di Bogor

Kaki-koper temanku yang patah

Hufft banget kan kalo ga sengaja matahin kaki-kopernya-temen.. Alhasil karena belum punya banyak duit, ga bisa gantiin yang baru, bisanya perbaiki bagian yang rusak doang.. Entah kenapa susah banget cari informasi tentang tempat reparasi koper di Bogor.. Hasil bertanya ke mbah google, dari 10 page yang diload cuma dapat 2 info, yaitu:
1. Depan Yogya Baru, di Bogor Indah Plaza
2. Daerah Pasar Bogor
Udah.. Gitu doang.. Ga ada alamat pasti yang bisa dituju.. Bahkan dari 10 page yang diload, hanya 3 halaman pertama yang bener, sisanya tentang penemuan mayat perempuan dalam koper (hiiii serem ga tuh?). Iseng-iseng juga nanya ama temen asli Bogor, dan jawaban mereka "Tidak Tahu". Yaampun gimana ini nasib koper temenku? Akhirnya berbekal nekat, motor berbensin full, berSTNK, SIM, dan gps aku ditemenin temen berangkat berpetualang mencari tempat benerin koper tersebut. (Tambahan: Kenapa STNK dan SIM perlu dibawa? Karena lagi musim razia.. Tadi aja kena razia.. Anehnya kok ga diperiksa ya koper yang aku bawa? Kan bisa jadi ada apa gitu di dalamnya.. *otak jahat*)

Jadi, sampailah aku ke alternatif pertama, ke depan Yogya. Dan tau apa yang terjadi? Kata orang sekitar sih ga ada tempat benerin koper di sana. Jadi, kita memutuskan untuk melanjutkan petualangan. Tadinya mau ke tempat alternatif kedua (Pasar Bpgor) tapi karena kita mikir pusat tas bogor ada di Tajur, maka kita pun cuppps berangkat ke Tajur. Setelah nanya ke orang di jalan, ketemulah tempat benerin tas. Lucky us :)

Jadi, biar orang-orang ga rempong kayak aku cari-cari tempat benerin koper karena informasi yang gak jelas, aku kasih tau tempatnya dengan jelas nih. Pergilah ke Tajur, kalo dari arah Pajajaran, bakalan liat Plang gede tulisan Tas Tajur, belok kiri. Nanti bakan ada pertigaan kecil, ambil kiri, jalan terus ampe mentok ada tulisan Tas Tajur, belok kiri lagi ampe pabrik Tas Tajur. Bingung ga? Hahaha. Yah coba aja kesana dan ikutin petunjuk arah di jalan, tar tau sendiri. Tapi jelas kan informasinya dimana letak tempatnya? Hohohoho. Nih alamat lengkanya ada di Jalan Tajur Indah No 51 Kompleks BPPH Tajur, Bogor.

Selamat mencoba :)

Rabu, 19 Maret 2014

19th March: Happy Graduation Bro n Sis

Yeah... Di hari Rabu yang terik ini telah belangsung wisuda di Graha Widya Wisuda (eh bener ga ini singkatan GWW? *amnesia mendadak*). Actually, aku udah sering datang ke wisuda orang-orang, tapi karena lagi iseng (aslinya lagi nganggur - ga ada kerjaan) jadi kedatangan kali ini yah diposting. Dan yang buat wisuda ini berbeda dari wisuda sebelum-sebelumnya karena ini mungkin wisuda terakhir aku datang dan ngasih bunga ke orang lain, soalnya bulan depan (April tanggal 30, 2014) giliran aku yang wisuda. Tapi tentu saja diusahakan untuk tetap datang wisuda saat sahabat-sahabat terbaikku jadi wisudawan/wisudawati :) Semoga diberi kesempatan seperti itu. Aamin :) Hari ini juga sekalian mantau entar pas wisuda mau pake kostum kayak gimana. Hahahahaha...

Awalnya sih gak apa-apa gak wisuda juga ga masalah, eh taunya ikut ga ikut tetep kudu bayar, ya udah sekalian aja ya ikutan wisuda. Sebenarnya apa sih esensi dari wisuda itu? Kenapa sih bisa jadi momen spesial?

Menurut KBBI, wisuda artinya peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat. Well, karena aku belum di wisuda, jadi kurang tau seberapa "khidmat" kah acara tersebut. Berarti esensinya yah untuk "meresmikan kalau kita udah lulus", gitu kan?

Lalu, kenapa banyak orang yang menganggapnya spesial? Sampai berbulan-bulan sebelum wisuda (buat yang cewek-cewek nih) udah pada rempong nyari kebaya? Bahkan ada juga yang rempong nyariin PW aka Pendamping Wisuda. Lelucon yang beredar sih, kalau wisuda cuma didampingin orang-tua, apa bedanya sama ngambil Raport. Untung yah, selama 6 tahun di SD, 3 tahun di SMP, dan 2 tahun di SMA ga pernah tuh diambilin Raport sama orang tua, jadi yah wisuda di dampingi orangtua itu sudah more than enough deh :) Kembali ke pertanyaan awal, kenapa wisuda jadi momen spesial? Hmmm *mikir keras* Kenapa ya? Hahahaha. Really, I dunno >,<

NB: Sesungguhnya aku sangat butuh PW nih. Tapi, PWnya bukan Pendamping Wisuda (kan udah ada orang-tua), tapi PW aka Photographer Wisuda, secara kan nanti banyak yang bakal minta foto bareng gitu deh ama aku (PEDE gilaaaaaaaaaaaaaaaaa >,< taunya ga ada yang ngasih bunga n minta foto kan wakwaw) Hahahaha..

Inilah beberapa foto yang berhasil diabadikan (kayak bakal punah aja pake diabadikan segala -_-)..

Foto Para Pemburu Wisudawan/Wisudawati :D
Shofi - Ka Adam - Nadya - Liseu (1)
Shofi - Ka Adam - Nadya - Liseu (2)

Foto Sama Ka Gotink
(Thanks banget buat Ka Gotink yang selalu secara sukarela dirempongin tapi ga pernah ngeluh dan minta balasan. Semoga cepat jadi pengusaha dan pemilik PT yang sukses ya.. Aaaamin) 
Liseu - Ka Adam - Ka Gotink - Shofi

Foto Sama Ka Bei
(Mumpung Ka Bei belum jadi artis jadi masih bisa disosor hehe.. Selamat dan Sukses selalu ya Ka) 
Shofi - Ka Bei - Nadya

Foto Sama Ka Ivan
(Sesama praktikan daskom yang saling melupakan nama namun tetap ingat wajah. Salut banget ma kaka yang satu ini, kalem-kalem taunya udah kerja aja. Semoga semakin sukses ya Ka) 
Liseu - Ka Ivan - Shofi

Foto Sama Ka Putri
(Entah mesti bilang apa sama kaka cantik satu ini yang selalu bersedia membantu aku ngurusin skripsi. Tanpanya, skripsiku ga bakal cepet beres. Makasih banyak ka atas bantuannya selama ini. Semoga cepet jadi orang sukses ya ka. Orang baik banget kayak kaka pasti cepet suksesnya. Aaamin) 
Ka Putri - Shofi

Sebenernya masih ada foto sama Ka Santi yang entah kenapa hilang dengan ajaibnya dari hape bututku. Hahaha. Makasi juga buat Ka santi yang selalu bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaanku tentang skripsinya. Ada juga Ka Qiki yang pas dicariin ga nongol-nongol. Hahahaha.

Well sekian cerita hari ini :) Sekali lagi selamat buat yang sudah di wisuda ya :)


-----Never say Goodbye because Goodbye means going away and going away means forgetting. Do you want to be forgotten?-----

Rabu, 06 November 2013

Senada

Malam ini mendung, tak berbintang, dan dingin. Sama halnya dengan rasaku yang kelam, tak berpendar, dan beku. Ah sudah beberapa hari ini keadaan malam begitu senada denganku. Bahkan ketika langit menangis, air mata ini menetes. Sulit dipahami. Apakah langit beresonansi dengan hatiku? Mungkin langit tak paham mode saat ini. Disaat yang lain anggap perpaduan tosca dan pink itu senada, dia hanya memadukan hitam dan hitam, atau kuning dan kuning. Dan sialnya, aku menikmatinya. Mungkin aku yang ketinggalan jaman? Hahahaha. Tak apalah. Setidaknya masih ada sesuatu (sebut saja langit) yang mau menyelaraskan diri denganku..


----------------------------------------------------------------------------------------------------

Sabtu, 31 Agustus 2013

Together


We come together,
like drops of water,
like astral bodies..

We oppose each other,
like magnets,
like a colors of skin..
 
-bleach-

Kamis, 03 Januari 2013

Kirain Uang Palsu

Capturedby: Shofiatu R.S.
Well, cerita ini berawal dari perhitungan uang taun baru (ciee yang dapat anpao). Jadi gue dapat sekian ratus ribu rupiah, terus pas lagi itung2 ada 2 lembar uang yang diberi oleh orang yang sama berbeda dari uang ratusan ribu rupiah yang lainnya. Gue kaget lah, dan langsung neting "Jangan-jangan ini duit palsu???!!!". Lihat aja perbedaan-perbedaan mencolok dari kedua urang di atas, berbeda sekali bukan? Gue aja shock liatnya, ampe mau nangis darah gara-gara bakal kehilangan 200rebu (gue masi berpikiran ini uang palsu). Untung gue ga gegabah dan langsung buang itu duit, gue minta duit seratus rebu temen2 sekosan, dan gue bandingin. Awalnya sempet bingung, karena duit dari L sama kayak gambar di atas, tapi duit dari N malah sama kayak duit yang di bawah. Kemudian liat tahun penerbitan, dan ternyata hahahahahaha. Kesimpulannya: Desain uangnya berubah sejak tahun 2011. Karena penasaran akhirnya gue mencari tahu dan di dapatlah info di bawah ini

Jumat, 16 November 2012

Menjadi Detektif


I have a dream, it is "be a detective". Yap, inilah mimpi gue sejak kecil. Siapa yang mengispirasi? Tentu saja Detective Conan. Kalian pasti tau siapa dia. Keinginan menjadi detektif semakin bertambah ketika SMP mulai baca novelnya Sir Athur Conan Doyle dengan tokoh utama yang kece ga ketulungan, Sherlock Holmes. Berlanjut sama buku-bukunya Agatha Christie dengan tokoh favorit Hercule Poirot dan Miss Maple. Dan makin banyak bacaan-bacaan berbau detektif mulai dari komik sampai novel yang gue baca. Di mata gue, detektif itu sosok jenius yang bisa memecahkan berbagai pemasalahan, memberantas kejahatan, dan pahlawan kebenaran. Hahaha. Apa saja yang pernah gue lakukan biar seperti detektif?

Senin, 10 Oktober 2011

Waktu Orang-tak-Penting

Tampaknya waktu orang-tak-penting itu tak berharga
Dia terlambat, orang-orang penting mendesaknya untuk tepat waktu
Dia datang lebih cepat, orang-orang penting mengulur waktunya
Akhirnya dia menunggu dengan sabar, hanya untuk senyum dan ucapan, "maaf, kami terlambat" dari orang-orang penting
Dia punya urusan, orang penting memaksanya bertemu, "kami tak punya waktu selain saat ini"
Dia santai dan bisa bertemu, orang penting mengurusi urusan lain, "nanti ya setelah saya beres"
Jadi, waktu orang-tak-penting itu hanya untuk disesuaikan dengan orang penting?
Naas sekali

Bagaimana Jika Aku Pergi?


Bagaimana jika aku pergi?
Akankah orang-orang menangisiku dan mengiringi perjalanan akhirku dengan do'a tulus ikhlas agar aku senantiasa berbahagia di alam sana?
Ataukah dengan kepergianku mereka tersenyum bahagia dan tak henti mengucap syukur serta kutuk karena kisah yang kutorehkan di hati mereka tak begitu menyenangkan?

Bagaimana jika aku telah pergi?
Mungkinkah maaf kuterima dari sederet orang yang pernah kucoreng kebahagiannya?
Atau jangan-jangan aku hanya akan diberi makian atas semua kisah hidupku yang tak bersih sempurna di hati mereka?

Bagaimana jika aku benar-benar telah pergi?
Bisakah semua yang terlibat dalam alur perjalananku mengingatku, bahkan mengenang semua cita dan ceritaku bersamanya?
Atau haruskah aku sendiri yang tersenyum miris saat semuanya tak lagi sudi menyimpanku  dalam kenangan mereka?

Aku yang pernah mencinta dan dicinta, maupun aku yang terkadang membenci atau dibenci, berharap tak secepat itu aku pergi.
Karena masih ingin kulukis warna-warna indah di setiap helaan nafasku, tanpa melukai, tanda menodai, dan tanpa membebani kehidupan yang lain.

Namun, Tuhan, jikalau waktunya memang telah tiba, aku berharap Kau tak membiarkan aku mendapatkan jawaban buruk saat kutanyakan "bagaimana jika aku pergi saat ini"?

-untuk mereka yang pernah mengenalku walau hanya sekedar tahu siapa namaku, dari aku yang lebih suka meninggalkan daripada ditinggalkan (karena aku tak ingin pernah merasakan kehilangan)-

Bogor, 26 Agustus 2010

Terbayang akan Kematian


Aku gatau, kenapa akhir-akhir ini selalu ingat mati.
Sekilas, namun sering.
Apakah waktuku di dunia ini tinggal sebentar?
Mungkinkah tuhan menyuruh hambanya yang hina ini lekas bertaubat?

Setiap kali teringat akan kematian, rasa ini bergemuruh, dan jantung berdetak tanpa aturan.
Saat itu, aku pasrah jika memang waktuku telah habis, walaupun aku belum siap.

Terlalu banyak luka yang kutoreh di hati teman-teman, dan belum sempat kuobati.
Tak hingga salah yang kuperbuat, dan belum sempat kumeminta maaf.
Dan tak terhitung dosaku selama ini, namun belum jua kubertaubat.

Tuhan, jika memang waktuku telah tiba, tolong ampuni hambamu, agar suci saat kembali padaMu.

Bapak, terimakasih selama ini telah berjuang demi hidupku. Mungkin tidaklah cukup waktuku tuk membalasnya. Maaf jika aku tak bisa menjadi anak seperti yang engkau harapkan.

Ibu, dalam asuhanmu aku tumbuh. Dalam kasihmu aku hidup. Sungguh aku tak berdaya tanpamu. Jikalau syurga di telapak kakimu itu nyata adanya, untuk terakhir kalinya kumeminta ridhamu tuk mencapai syurga itu. Maaf, terkadang selama ini aku mengabaikan nasehatmu.

Teman-teman. Hidupku tak berarti tanpa kalian. Kalian telah memberi warna yang takkan pernah bias smpai kapan pun jua. Maaf jika kataku lukaimu. Maaf jika lakuku sakitimu. Maaf jika adaku abaikanmu. Mungkin aku tiada berarti di mata kalian, tapi kenanglah aku sebagai sosok manusia yang walaupun sebentar pernah singgah di hidupmu.

Jikalau benar waktuku singkat, ingatkan aku agar selalu berbuat baik.
Jika sampai akhir waktuku bernafas tiba, yang kupinta hanya 2.
Maaf dan Doa.