Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Januari 2014

Police Story 2013

Genre: Action, Criminal
Year: 2014

Yah, setelah lama menunggu-nunggu film om jek (Jackie Chan) kesayanganku (muach muach :* hahaha), akhirnya film ini tayang juga di bioskop. Film dengan judul 2013 ini ternyata tayang di Indonesia pada tahun 2014. Begitu tau film ini tayang, langsung deh aku berangkat dari kampungku ke kota yang ada bioskopnya buat nonton (ini lebay, kenyataannya hampir mirip ini sih...)

Jadi ini ceritanya tentang seorang polisi, bernama Zhong (Jackie Chan) yang datang ke sebuah bar untuk menemui putrinya, namun tak disangka-sangka terjadi penyanderaan di bar tersebut yang motifnya adalah........... (Karena ini film baru, jadi masa diceritain gimana filmnya? Tar ga seru dong ya? Mari kita bahas yang lain aja.........)

Film ini benar-benar menunjukkan kerapuhan dari Jackie Chan yang memang semakin menua (hiks hiks hiks.. semoga om jek panjang umur dan masih terus membintangi 100 film layar lebar lagi...), sama halnya dengan New Police Story dimana Jackie Chan sempat down begitu gara-gara orang terdekatnya tiada.. Bedanya, di film ini Jackie Chan sudah dinyatakan punya istri dan anak (setelah dulu-dulu ceritanya hanya sebatas punya kekasih).. Benar-benar ya sosok orang tuanya semakin menonjol.. Satu hal lagi yang berbeda dari film-film Jackie Chan yang lain.. Film ini action nya tidak terlalu banyak, lebih fokus pada kemampuan Jackie Chan bernegosiasi (pasti gara-gara tubuh tua Jackie Chan, makanya geraknya dibatasi, ugh!!!!!). Meskipun demikian, film ini tetap layak nonton, karena secara keseluruhan menceritakan kisah seorang polisi yang berhasil menjalankan tugasnya (iyalah.. judulnya aja Police Story)..

So, dari segi alur cerita film ini okay banget! Penonton diajak untuk sama-sama berperan aktif memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Segi martial art-nya, yah memang agak kurang banyak, apalagi kelincahan Jackie dalam memanfaatkan barang-barang sekitar (kayak memakai kursi untuk bertahan atau menyerang, memakai baju untuk bertahan atau menyerang, memanfaatkan celah-celah teralis untuk kabur, dan lain sebagainya) kurang ditonjolkan.. Yah karena seperti yang tadi aku bilang, lebih fokus sama negosiasi dan emosi dari masing-masing pemainnya.. Segi akting, yah buat sekelas Jackie Chan TOP banget, tapi buat pemeran jahat utamanya, dia terlalu lembek kalau kata aku, kurang menakutkan untuk ukuran seorang penjahat yang ingin balas dendam.. Segi pengambilan gambarnya, hmm aku ga terlalu paham sih, tapi bagus lah ya.. Segi musiknya, kalau aku ga salah denger suaranya, ada salah satu lagu yang dinyanyiin oleh Jackie Chan, dan pilihan lagu itu pas banget, menusuk hingga ke jantung! Aku kurang suka musik di awal film, berisik!!! tapi emang kehidupan bar berisik gitu yah, yasudah aku maklumi saja. Apalagi? Ya begitulah tonton saja filmnya.. Gak bakal nyesel kok :D


----------------------------------------------------------------------------------------------------

Sabtu, 11 Februari 2012

In Time

Genre : Action, Crime
Year : 2011

Ini film lama tapi baru aku tonton barusan.. Ceritanya lumayanlah.. Bagus!!
Film ini bercerita tentang 'Waktu adalah Uang' bisa juga dibilang 'Uang adalah Waktu' terserah deh hahaha. Di Film ini waktu digunakan sebagai pmbayaran upah serta untuk membayar apapun yang kita butuhkan. Waktu juga bisa ditransfer, bahkan dicuri. harus dicari. Jika waktu yang dimiliki habis, saat itu juga pemilik waktu akan mati. Tapi waktu ini hanya akan dimulai sejak berumur 25 tahun, jadi setelah 25 tahun, tak akan ada lagi pertumbuhan. Walaupun umurmu 200 tahun, kau akan tetap tampak 25 tahun. Ajaib kan? Will Salas (Justin Timberlake) seseorang dari lingkungan kumuh bekerja di pabrik untuk mendapatkan waktu, dia berjuang sehari-hari untuk mendapatkan waktu tambahan dari hasil kerjanya. Suatu hari dia menyelamatkan Henry yang memiliki waktu satu abad, namun karena Henry sudah bosan hidup (umurnya saat itu 105 tahun) dia mentransfer waktunya pada Will dan bunuh diri. Will yang mengetahui kenyataan bahwa untuk hidup para pengusaha mencuri waktu orang-orang miskin dengan menaikkan harga-harga kebutuhan, memutuskan untuk pergi ke kota, mengambil waktu orang-orang kota dan membagikannya ke orang-orang miskin. Di sana Will bertemu dengan gadis kaya Weis (Amanda Seyfried) dan jatuh cinta padanya (kayaknya sih gitu). Namun sayang, Will ternyata dianggap pencuri waktu oleh penjaga waktu, sehingga dia ditangkap dan disita waktunya (dan hanya disisakan 2 jam) saat berpesta di rumah Weis. Tapi Will tak mau menyerah begitu saja, akhirnya dia menculik Weis dan kabur. Setelah itu masih banyak lagi aksi yang dia lakukan... Penasaran.. Nonton aja filmnya.. Hahahahaha..
Film ini bagus, seolah-seolah membuat nyata apa yang selalu kita ucapkan "waktu adalah uang".. dimana waktu bisa membeli segalanya. Film dengan efek yang cukup baik, akting yang baik, tapi aksinya kurang banyak. Jadinya kurang menyenangkan. Jalan ceritanya juga mudah di tebak. Walaupun secara keseluruhan ide ceritanya menarik.. Apalagi sih yang biasanya dikomentari di film? Hm.... Lain kali aja deh ditambahin. Hahahaha.
Saya selalu mencari hikmah/pelajaran dari setiap film, dan yang dipelajari dari film ini adalah "Hargailah waktumu sekecil mungkin, karena itu sangat berarti dan tak mungkin kembali"
Sekian dan Terimakasih... :)

Sabtu, 31 Desember 2011

Sherlock Holmes : A Game of Shaddow


Genre : Action, Crime, Adventure, Detective
Year : 2011

Film ini menceritakan tentang petualangan Sherlock Holmes dan rekannya Dr. Watson untuk menguak kedok penjahat dunia Profesor Moriarty. Pada tahun tersebut, banyak teror bom dimana-mana yang menyebabkan perdamaian dunia sulit untuk diwujudkan, karena masing-masing negara menganggap negara musuhlah yang melakukan aksi terror tersebut, padahal dalang semuanya adalah James Moriarty, seorang tokoh dunia, profesor fisika, dan ilmuwan terkenal. Petualangan ini dimulai dengan bertemunya Sherlock Holmes dan Irene Adler, sayang sekali Irene meninggal begitu cepat karena dianggap sudah tidak bisa dipekerjakan lagi oleh Moriarty. Holmes mulai mencari bukti untuk menguatkan dugaannya "Penjahatnya James Moriarty" hingga membahayakan nyawanya. Awalnya dia bekerja sendiri, tapi dia sadar bahwa dia membutuhkan rekannya kembali (Dr. Watson yang telah menikah dan pensiun menjadi rekan kerjanya). Akhirnya dia meminta Dr. Watson untuk membatunya sekaligus menyelamatkan Dr. Watson dari tangan Moriarty. Petualangan mereka berlanjut ke Paris untuk mengunjungi perkampungan Gipsi dan mencari bukti. Banyak adegan lucu disini, termasuk saat Holmes tidak berani menumpangi kuda. Dan di Paris juga nyawa Holmes hampir melayang akibat serangan bom dan tembakan bertubi-tubi. Sepertinya, keberuntungan selalu ada di pihak Holmes, dan dia akhirnya bisa diselamatkan. Petualagan tidak berhenti di sini, mereka melanjutkannya ke Swiss, dan di sinilah puncak dari film ini. Adegan terakhir begitu mengharukan, walaupun belum sempat membuat saya menangis.. Ahh, kurang greget nih akhirnya.. But, This Film is really Awesome..!!!!

Semua adegan di film ini menegangkan, walaupun tidak semisterius Sherlock Holmes yang pertama. Penonton kurang diajak berfikir maupun menebak jalan cerita, karena semua sudah dilakukan Sherlock Holmes.. Ahh, sayang sekali...

Adapun pelajaran yang bisa didapat dari film ini adalah, "Berfikirlah sebelum bertindak, karena sekecil apapun tindakan kita bisa jadi berdampak besar. Itu otak untuk dipakai lho bukan untuk dipajang" :D

Jumat, 16 Desember 2011

Remember The Titans

Genre: Sport, Culture
Year: 2000

Film ini menceritakan mengenai tim football yang beranggotakan dua ras yang saling bermusuhan, yaitu ras kulit putih dan ras kulit hitam. Sepanjang film ini menceritakan bagaimana antar anggota yang berbeda ras saling membenci namun dengan metode kepemimpinan yang dilakukan pelatihnya, akhirnya mereka bisa menjadi tim yang kompak bahkan luar biasa dahsyat! :D
Yup analisis film ini lebih ditekankan kepemimpinannya karena sebenarnya ini tugas kuliah yang dikerjakan bareng fitri, lia, liseu, dan mutiara.
Bagaimana analisis kita? Cekidot!

1.      Karakter enam tokoh utama dalam film Remember the Titans dan pengaruhnya :
a.      Herman Boone
Keras, tegas, namun punya visi yang jelas. Aturan dan sikap yang dia terapkan memaksa tim agar bisa sesuai dengan keinginannya “menang” dan “kompak”.
b.      Bill Yoast
Seseorang yang sabar, cerdas dan menghargai kemampuan orang lain. Dia bisa menempatkan seseorang yang tepat dengan kemampuan yang tepat di posisi yang tepat, sehingga kemenangan tim ada di tangan Titans.
c.       Gerry Bartier
Seorang kapten yang tegas, terbukti dengan sikapnya yang memberhentikan sahabatnya sendiri karena permainannya kurang bagus. Keputusannya tepat, sehingga Titans bisa melangkah lebih jauh lagi.
d.      Julius Campbell
Seorang kulit hitam yang setia kawan. Dia mau melakukan apapun demi kawannya dan hal inilah yang mebuat tim menjadi lebih kompak.
e.      Jerry ‘Rev’ Harris
Dia memiliki semangat tinggi dan ceria, sehingga bisa mencairkan suasana tim. Tapi, dia sempat membuat timnya hampir kalah karena keegosisannya, namun karena kemampuannya dibutuhkan dan dia sudah menyadari kesalahannya, akhirnya dia diperbolehkan bermain kembali dan menambah kekuatan tim.
f.        Ronnie ‘Sunshine’ Bass
Sosok pemain yang apa adanya, tidak malu-malu, bisa diandalkan dan bisa mencairkan suasana tim. Kedatangannya pada pertandingan pertama, membuat tim yang sempat tertinggal jauh akhirnya bangkit lagi dan meraih kemenangan.

2.      Gaya kepemimpinan Herman Boone
Menurut kami, gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Herman Boone dalam mengatur timnya menjadi tim yang solid yaitu gaya kepemimpinan campuran antara demokratis dan otoriter. Pada awalnya Herman Boone bersikap sebagai seseorang yang diktator untuk meyatukan keseluruhan anggota tim yang masih mempersoalkan perbedaan warna kulit. Jika ia tidak bersikap keras, mereka tidak akan memaksakan diri untuk saling mengenal anggota lainnya. Namun, di akhir cerita Herman bersikap demokratis dengan menerima saran seperti dari coach Yoast dan Gerry Bertier demi perbaikan tim. Herman mengubah gaya kepemimpinannya karena tiap anggota tim telah memahami pentingnya kekompakkan tim.

3.      Teknik Herman Boone untuk memaksa dan memotivasi tim
Herman Boone menggunakan cara yang ekstrem untuk memaksa dan memotivasi tim. Dia mengadakan camp selama 2 minggu ala militer untuk melatih fisik dan mental mereka, memaksa anggota tim yang saling bermusuhan tinggal sekamar agar saling mengenal, dia juga melakukan ancaman (seperti, intensitas latihan ditambah jika ada anggota tim yang tidak mengenal satu sama lain), dia menerapkan peraturan yang tegas serta hukuman jika melanggarnya, serta memotivasi dengan cara yang unik. Motivasi yang dilakukannya adalah membawa mereka semua ke kuburan tempat dikuburkannya korban perang sipil di Amerika yang saling berperang dengan saudaranya, dan seperti itulah keadaan tim pada saat itu, jika masih berperang dan bertentangan, maka tim akan mati.

4.      Sikap coach Youth
Alasan pertama coach Youth tidak mendukung Herman karena Herman telah mengambil posisinya sebagai kepala coach, selain itu Herman dengan sikap diktatornya yang dianggapnya terlalu sewenang-wenang membuatnya semakin tidak menyukai Herman. Herman juga melatih anggota tim dengan keras dan memusatkan kekuatan pada tim defense, sementara coach Youth lebih cenderung mendukung tim offense. Satu hal lagi yang membuat Bill Youth tidak mendukung Herman, dia dipromosikan masuk Hall of Frame jika bisa membuat tim Titans kalah. Namun, setelah melihat reaksi anaknya yang kecewa dengan permainan tim Titans di babak final, akhirnya coach Youth membantu Herman untuk memenangkan tim, dengan mengkolaborasikan kekuatan offense dan defense.

5.      Pelajaran terbesar yang diperoleh dari film Remember the Titans
Perbedaan bukanlah suatu masalah yang harus diperdebatkan, bahkan dimana ada perbedaan disanalah kita temukan kekuatan, karena masing-masing perbedaan bisa saling melengkapi. Selain itu, terkadap sikap otoriter diperlukan oleh seorang pemimpin jika anak buahnya tidak bisa diandalkan dan sulit dikendalikan, namun jika mereka sudah mengerti peran masing-masing, maka baiknya menggunakan sikap demokrasi.

6.      Komentar anggota kelompok
a. Nur laili Fitriani Zaen : Film bagus yang tidak hanya menekankan pada kemenangan semata, tetapi sesuatu yang lebih berharga, seperti rasa persaudaraan, kekompakan tim, kejujuran dalam bermain, dan lain sebagainya.
b.Triastuti Yuliani : Film yang bukan sekedar menampilkan cerita, tapi juga fakta, bahwa sesuatu yang tak mungkin bisa menjadi mungkin, asal mau berusaha.
c.Shofiatu Rahmah Sugis : Perbedaan itulah kekuatan sebenarnya, dan hanya dimengerti oleh seorang pemimpin yang menghargainya dan bisa menempatkan sikap sesuai kondisi demi tujuan tim. Film yang luar biasa, kisah nyata yang luar biasa!
d. Liseu : Filmnya bagus sangat inspiratif dan saya mendapatkan banyak pelajaran dari sana
e. Mutiara Rosalina Jewondari : Filmnya memberikan motivasi pada saya